Chapnews – Ekonomi – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) kembali menunjukkan kinerja keuangan yang cemerlang pada Triwulan I-2026. Baik secara konsolidasi maupun kinerja bank saja, pencapaian positif ini tak lepas dari strategi kolaboratif perseroan dengan anak-anak usahanya, yang berhasil menjangkau beragam segmen ritel dan bisnis di pasar.
Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, mengungkapkan bahwa solidnya kinerja di awal tahun ini didukung oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang signifikan serta penguatan fundamental struktur pendanaan. Henoch menekankan, "Pertumbuhan kredit yang tetap terjaga ini mencerminkan pendekatan kami yang selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian."

Hingga akhir Kuartal I-2026, SMBC Indonesia sukses membukukan penyaluran kredit sebesar Rp191,8 triliun, angka ini melonjak 2,0% secara tahunan (year-on-year/yoy). Lonjakan ini didorong oleh kontribusi dari berbagai segmen, termasuk kredit korporasi dan komersial yang tumbuh 4,1% yoy, penyaluran kredit dari Jenius (di luar Digital Micro) yang melesat 12,0% yoy, serta pembiayaan dari Grup OTO yang meningkat 5,0% yoy. Tak ketinggalan, pembiayaan yang disalurkan oleh BTPN Syariah juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,7% yoy.
Di sisi lain, perseroan secara konsolidasi juga berhasil menekan biaya kredit hingga 7,9% yoy, menjadi Rp1,2 triliun. Penurunan ini merupakan buah dari implementasi praktik manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif oleh SMBC Indonesia, diiringi dengan pemeliharaan tingkat cadangan yang memadai guna menjaga kualitas portofolio kredit secara keseluruhan.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, total aset SMBC Indonesia turut mengalami peningkatan 4,1% yoy, mencapai Rp250,0 triliun per akhir Maret 2026. Kenaikan ini terutama ditopang oleh pertumbuhan aset likuid sebesar 22,2% yoy, khususnya dari penempatan pada surat berharga. Untuk laba bersih setelah pajak (konsolidasi) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, tercatat sebesar Rp456 miliar. Sementara itu, laba bersih setelah pajak untuk kinerja bank saja menunjukkan pertumbuhan impresif 6,5% yoy, mencapai Rp221 miliar, yang mengindikasikan solidnya performa inti Bank.
Kontribusi positif juga datang dari anak-anak usaha SMBC Indonesia. BTPN Syariah, misalnya, membukukan laba bersih sebesar Rp319 miliar pada Triwulan I-2026, naik 2,8% yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,6 triliun. Sementara itu, Grup OTO mencatatkan lonjakan laba bersih yang fantastis sebesar 45,5% yoy, mencapai Rp113 miliar.

