Ads - After Header

Strategi Jitu UMKM Melejit di Dunia Digital

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Era digital telah mengubah peta persaingan bisnis secara drastis. Saat ini, memasarkan produk melalui platform daring atau online bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa bertahan. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua pelaku usaha mampu mengubah kehadiran digital mereka menjadi mesin pencetak keuntungan yang maksimal.

Banyak pelaku UMKM yang sudah memiliki toko di berbagai lokapasar (marketplace), tetapi omzet yang didapat masih jalan di tempat. Fenomena ini menjadi tantangan besar di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Lantas, apa sebenarnya yang menjadi penghambat utama bagi para pengusaha kecil ini?

Strategi Jitu UMKM Melejit di Dunia Digital
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Founder Digifolium, Weliyan Tanoyo, mengungkapkan bahwa hambatan utama yang sering ditemui bukanlah karena pelaku usaha tidak mengerti teknologi atau "gaptek". Masalah utamanya terletak pada kebiasaan dan keterbatasan sumber daya. Menurutnya, banyak pengusaha yang belum terbiasa mengoperasikan berbagai fitur canggih yang disediakan oleh platform marketplace.

"Sebenarnya bukan gagap teknologi, hanya saja belum terbiasa saja. Selain itu, banyak pelaku UMKM yang masih berjuang sendirian atau menjadi single fighter. Hal ini membuat kemampuan mereka sangat terbatas. Sering kali, ketika mereka mendapatkan pelatihan atau materi yang bagus, mereka tidak segera mempraktikkannya sehingga ilmu tersebut terlupakan," ujar Weliyan saat memberikan pemaparan di Jakarta.

Untuk mengatasi hal tersebut, Weliyan menekankan pentingnya manajemen waktu yang disiplin. Pelaku UMKM harus mampu mengalokasikan waktu khusus untuk mempelajari dan menerapkan strategi pemasaran digital secara konsisten. Tanpa konsistensi, pengetahuan yang didapat dari pelatihan hanya akan menjadi teori tanpa dampak nyata pada penjualan.

Selain masalah teknis, strategi diversifikasi produk juga menjadi kunci saat menghadapi masa sulit. Weliyan menyarankan agar pelaku usaha lebih jeli melihat peluang saat produk utama mereka sedang mengalami penurunan permintaan. Alih-alih menyerah pada keadaan, pengusaha bisa mencoba menawarkan produk pendukung yang masih memiliki keterkaitan.

Sebagai contoh, jika penjualan sepatu sedang lesu, pengusaha tersebut bisa mencoba memasarkan produk pelengkap seperti sabuk atau ikat pinggang. Langkah ini dianggap efektif untuk menjaga arus kas dan mempertahankan kinerja penjualan agar tidak merosot tajam.

Senada dengan hal tersebut, pakar e-commerce sekaligus womanpreneur, Rika Yeo, menyoroti pentingnya tren live streaming sebagai senjata baru dalam pemasaran. Menurutnya, live streaming bukan sekadar menyalakan kamera, melainkan harus memiliki tujuan yang terencana.

Rika menyarankan agar pelaku UMKM menyusun strategi produk yang akan dipromosikan saat siaran langsung. Kombinasi antara produk unggulan dengan produk pendukung lainnya dalam satu sesi live dapat meningkatkan daya tarik konsumen dan mendorong pembelian impulsif yang menguntungkan. Dengan persiapan yang matang dan eksekusi yang konsisten, UMKM diharapkan mampu naik kelas dan meraup keuntungan besar di pasar digital.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer