Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan kenaikan signifikan pada Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) untuk komoditas logam mulia emas. Lonjakan harga ini berlaku untuk paruh kedua Agustus 2026, mencerminkan respons pasar terhadap pergeseran kebijakan moneter global.
Data terbaru yang dirilis Kemendag menunjukkan, nilai HPE emas kini dipatok sebesar US$131.777,67 per kilogram (kg). Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,65 persen bila dibandingkan dengan ketetapan pada paruh pertama Agustus 2026 yang berada di level US$130.921,50 per kg. Senada, nilai HR emas juga terkerek naik menjadi US$4.098,75 per troy ounce, dari patokan sebelumnya sebesar US$4.072,12 per troy ounce.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa pemicu utama di balik lonjakan tarif acuan emas ini adalah tren pelonggaran kebijakan moneter global. Pemangkasan suku bunga acuan dunia telah meminimalkan tingkat pengembalian hasil dari instrumen investasi konvensional, seperti deposito.
"Kondisi ini mendorong para investor untuk memindahkan likuiditasnya ke komoditas emas, yang dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven) untuk melindungi nilai aset mereka dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi," jelas Tommy dalam keterangan resmi, seperti dikutip chapnews.id, Minggu (16/8/2026).
Tommy menambahkan, migrasi modal yang masif oleh para pelaku pasar ini secara langsung mendongkrak laju permintaan emas di kancah global. Keterbatasan ketersediaan pasokan emas fisik di tengah derasnya arus permintaan tersebut pada akhirnya memicu kenaikan harga yang substansial di pasar komoditas internasional.
Selain faktor kebijakan moneter, sentimen penguat lainnya yang turut mengatrol nilai HPE dan HR emas pada termin kedua Agustus ini adalah depresiasi nilai tukar mata uang utama dunia serta penurunan tingkat imbal hasil (yield) obligasi global. Sepanjang kurun waktu pengumpulan data teknis, pergerakan nilai emas terpantau naik 0,65 persen, menegaskan posisinya sebagai pilihan investasi yang menarik di tengah gejolak ekonomi global.

