Ads - After Header

Sungai Lokop Aceh Timur: Dari Surga Wisata Jadi Padang Pasir!

Ahmad Dewatara

Sungai Lokop Aceh Timur: Dari Surga Wisata Jadi Padang Pasir!

Chapnews – Nasional – Destinasi wisata Sungai Lokop di Kabupaten Aceh Timur, yang sebelumnya dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau dan airnya yang jernih, kini hanya tinggal kenangan. Banjir bandang dahsyat yang menerjang beberapa waktu lalu telah mengubah wajah sungai tersebut secara drastis, menjadikannya hamparan pasir luas yang memilukan bagi sektor pariwisata daerah.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Timur, Syahril, mengungkapkan bahwa dampak bencana alam ini sangat luas dan signifikan. "Berdasarkan pantauan terkini di lapangan, alur Sungai Lokop tidak lagi berada pada jalur aslinya. Sungai yang dulu menjadi magnet wisatawan kini telah menjelma menjadi lapangan pasir," ujarnya, seperti dikutip dari laporan chapnews.id.

Sungai Lokop Aceh Timur: Dari Surga Wisata Jadi Padang Pasir!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Syahril menjelaskan, terjangan air bah menyebabkan aliran sungai berpindah hingga ke kaki gunung. Akibatnya, kawasan yang sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan untuk menikmati keindahan sungai, kini tidak lagi dapat difungsikan sebagai objek wisata. Lebih parah lagi, ikon wisata berupa titi gantung yang menjadi tempat favorit pengunjung untuk berfoto dan bersantai, kini telah lenyap. Infrastruktur penting tersebut rusak parah dan hanyut diterjang derasnya arus banjir bandang.

"Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 80 persen objek wisata di Aceh Timur terdampak dan mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, hingga berat," lanjut Syahril. Ia menambahkan bahwa kerusakan paling parah menimpa destinasi wisata pantai dan wisata alam di daerah aliran sungai, termasuk Sungai Lokop di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.

Sungai Lokop menjadi contoh nyata betapa bencana alam mampu mengubah bentang alam secara fundamental. Dari destinasi unggulan yang dikenal dengan air jernih dan keindahan alamnya, kini berubah total menjadi padang pasir yang membutuhkan penanganan serius untuk pemulihan.

Tak hanya itu, sejumlah objek wisata pantai juga mengalami kerusakan berat. Di kawasan Matang Rayeuk, PP Idi Timur, hampir seluruh pondok wisata yang berjajar di sepanjang pantai dilaporkan hancur akibat terjangan banjir dan gelombang laut yang tinggi.

"Begitu juga di Pantai Leuge, selain pondok wisata yang rusak, juga terjadi abrasi besar yang mengakibatkan jalan terputus. Semua ini berdampak pada aktivitas masyarakat," terang Syahril. Abrasi di Pantai Leuge, khususnya, sangat mengkhawatirkan karena tidak hanya mengganggu sektor pariwisata, tetapi juga memutus akses vital bagi masyarakat dan wisatawan, sehingga aktivitas ekonomi warga sekitar turut terhambat.

Syahril mengakui bahwa kerusakan parah akibat bencana alam ini merupakan pukulan telak bagi sektor pariwisata Aceh Timur yang sebelumnya mulai menunjukkan geliat kebangkitan. "Kami sangat berharap, melalui sinergi lintas sektor, objek-objek wisata yang terdampak bencana ini dapat segera ditata ulang dan bangkit kembali, sehingga mampu menarik minat wisatawan di masa mendatang," pungkasnya, menyuarakan harapan besar untuk pemulihan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer