Chapnews – Ekonomi – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhirnya angkat bicara mengenai kebijakan tarif listrik untuk tahun 2026. Pertanyaan besar seputar kelanjutan stimulus diskon tarif listrik 50% yang sempat dinikmati pada tahun 2025 menjadi sorotan utama. Namun, Bahlil menegaskan bahwa belum ada pembahasan internal pemerintah terkait diskon tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Bahlil usai mengikuti kegiatan retreat di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026). "Belum ada pembahasan," kata Bahlil singkat, menanggapi spekulasi yang beredar di masyarakat mengenai potensi diskon tarif listrik di tahun ini.

Meskipun demikian, ada kabar baik bagi masyarakat. Bahlil memastikan bahwa tarif listrik tidak akan mengalami kenaikan sepanjang tahun 2026 ini. Kementerian ESDM telah menetapkan bahwa tarif tenaga listrik untuk Triwulan I 2026 (Januari-Maret) bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi akan tetap, alias tidak berubah dari periode sebelumnya.
"Harga listrik tidak kita naikkan, masih seperti yang lama," tegas Bahlil, memberikan kepastian kepada konsumen. Ia juga menambahkan bahwa skema subsidi listrik yang berlaku saat ini tidak akan mengalami perubahan. Pemerintah masih akan menerapkan pola subsidi yang sama seperti yang telah berjalan.
"Kalau sampai sekarang belum ada pembahasan dan tidak ada perubahan pola. Sampai sekarang masih seperti yang lama," pungkas Bahlil, mengakhiri pernyataannya yang dikutip dari chapnews.id. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan kenaikan tarif, meskipun diskon besar seperti tahun sebelumnya belum ada dalam agenda pembahasan pemerintah.



