Chapnews – Ekonomi – Lembaga pemeringkat internasional terkemuka, Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings, kembali menegaskan keyakinannya terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Pada Minggu, 19 Juli 2026, S&P secara resmi mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil, sebuah keputusan yang disambut positif oleh pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Keputusan ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara dengan status "investment grade", menunjukkan kepercayaan komunitas internasional terhadap ketahanan dan kredibilitas kebijakan ekonomi nasional. Dengan demikian, Indonesia tetap menyandang peringkat kredit jangka panjang BBB dan A-2 untuk jangka pendek. Prospek stabil yang diberikan S&P mengindikasikan pandangan positif lembaga tersebut terhadap kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi makro di tengah dinamika global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa keputusan S&P ini merupakan validasi atas konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi, kredibilitas kebijakan fiskal, serta ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global. "Keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada level investment grade dengan outlook stabil menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional terjaga kredibel," terang Purbaya, seperti dikutip dari chapnews.id.
Dalam laporannya, S&P juga menyoroti proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan tetap berada di kisaran 5 persen. Angka ini menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung keputusan S&P, mencerminkan resiliensi ekonomi domestik dan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan. Pengakuan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan minat investor global untuk menanamkan modal di Indonesia, mengingat stabilitas dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.
Berita ini disusun oleh Feby Novalius, dan pertama kali dilaporkan pada Minggu, 19 Juli 2026.


