Ads - After Header

Terkuak! Ibu Atlet Golf Culik Anak Sendiri Demi Cinta!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Terkuak sudah motif di balik dugaan penculikan atlet golf putri berbakat, Jesslyn Wijaya Lay. Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mengonfirmasi bahwa dalang di balik aksi dramatis ini adalah ibu kandung Jesslyn sendiri, yang diduga kuat tidak merestui jalinan asmara putrinya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengungkapkan bahwa para pelaku yang terlibat dalam insiden penculikan tersebut merupakan orang suruhan dari ibu Jesslyn. "Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh," ujar Roby kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).

Terkuak! Ibu Atlet Golf Culik Anak Sendiri Demi Cinta!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Peristiwa mengejutkan ini terjadi pada Senin, 13 Juli, sekitar pukul 19.45 WIB, saat Jesslyn tengah menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Menurut keterangan kuasa hukum keluarga, Andi Darti, korban tiba-tiba disergap, matanya ditutup, dan diangkat paksa oleh dua pria bertubuh besar ke dalam sebuah mobil hitam. Jesslyn sempat berteriak minta tolong dan berupaya melawan, namun ia kembali dimasukkan ke dalam kendaraan yang kemudian melaju pergi. Saksi di lokasi menyebut ada sekitar lima pria yang terlibat dalam insiden tersebut.

Setelah berhasil "diamankan" oleh para pelaku, Jesslyn dilaporkan langsung dibawa ibunya terbang ke luar negeri. AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan, perjalanan mereka dimulai dari tempat kejadian perkara, berlanjut ke Semarang, kemudian menaiki pesawat dari Bandara Ahmad Yani menuju Malaysia, dan akhirnya tiba di Bangkok, Thailand. Jesslyn diketahui pergi bersama ibu dan tantenya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, motif di balik aksi ini mengerucut pada ketidaksetujuan sang ibu terhadap hubungan asmara Jesslyn dengan kekasihnya. "Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya," terang Roby.

Kasus ini pertama kali dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat oleh seorang teman Jesslyn berinisial NA, dan teregister dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Meskipun demikian, laporan tersebut sempat diajukan pencabutan secara tertulis oleh NA pada Minggu, 19 Juli. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan tidak serta-merta dihentikan.

"Kami dari Satreskrim dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak masih belum menghentikan penyelidikan sampai dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, serta memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana," tegas Roby.

Saat ini, kepolisian masih berupaya keras untuk berkomunikasi langsung dengan Jesslyn. Hal ini krusial untuk memastikan apakah kepergiannya dari restoran di Jakarta Pusat hingga ke Bangkok adalah atas dasar sukarela atau murni tindakan penculikan. "Ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jesslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya," pungkas Roby, menggarisbawahi pentingnya keterangan korban untuk menentukan status hukum kasus ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer