Ads - After Header

Terkuak! Ini Modal Awal Dirikan SPBU Pertamina

Ahmad Dewatara

Terkuak! Ini Modal Awal Dirikan SPBU Pertamina

Chapnews – Ekonomi – Peluang usaha di sektor Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap menunjukkan daya tarik tinggi di Indonesia. Bisnis ini menjanjikan potensi keuntungan signifikan, tidak hanya dari margin penjualan bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga dari pendapatan ritel lainnya. Rata-rata, sebuah SPBU dapat meraup laba sekitar Rp200 per liter dari penjualan bensin dan solar.

Melihat potensi tersebut, Pertamina Patra Niaga secara aktif membuka pintu kemitraan bagi masyarakat yang tertarik untuk terjun ke bisnis SPBU. Melalui program kemitraan ini, calon pengusaha diajak untuk tumbuh dan berkembang bersama, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional serta memastikan distribusi energi yang merata di seluruh penjuru Tanah Air. "Jadilah mitra bisnis Pertamina Patra Niaga, tumbuh dan berkembang bersama mendukung ketahanan energi nasional serta mendistribusikan energi keseluruh konsumen di seluruh wilayah Republik Indonesia," demikian pernyataan Pertamina Patra Niaga seperti dilansir dari laman resmi Kemitraan Patra Niaga, yang dilaporkan chapnews.id.

Terkuak! Ini Modal Awal Dirikan SPBU Pertamina
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk mendirikan sebuah SPBU, terdapat beberapa persyaratan lahan yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah lebar muka lahan minimal yang dibutuhkan, yaitu 20 meter. Sementara itu, luas total lahan akan bervariasi tergantung pada tipe SPBU yang akan dibangun.

Pertamina menawarkan tiga tipe SPBU dengan standar desain dan estimasi investasi yang berbeda, memberikan fleksibilitas bagi calon mitra:

  • SPBU Reguler: Tipe ini membutuhkan lahan minimal berukuran 1.000 m2 dan harus dilengkapi dengan setidaknya dua pulau pompa. Selain itu, SPBU Reguler wajib menyediakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap. Estimasi investasi untuk tipe ini berkisar kurang lebih Rp6 miliar, di luar biaya pengadaan tanah.
  • SPBU Mini: Dirancang untuk lahan dengan ukuran minimal 600 m2 dan maksimal satu pulau pompa. Estimasi investasi untuk SPBU Mini diperkirakan kurang dari Rp2,5 miliar, juga di luar biaya pengadaan tanah.
  • SPBU Kompak: Tipe SPBU ini memerlukan lahan minimal 200 m2. Bangunannya bisa berupa permanen atau modular, dengan sarana penyimpanan minimal 1 kiloliter (KL) (tangki/drum/IBC tank). Estimasi investasi untuk SPBU Kompak adalah sekitar Rp1 miliar, belum termasuk biaya tanah.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer