Ads - After Header

Terkuak! Jutaan Penerima Bansos Terjerat Judi Online

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, baru-baru ini mengungkapkan temuan mengejutkan: lebih dari 1,4 juta penerima manfaat program bantuan sosial (bansos) terindikasi kuat terlibat dalam aktivitas judi online. Data ini, yang diperoleh dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), kini sedang didalami secara serius oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Gus Ipul menjelaskan bahwa jumlah fantastis 1,4 juta penerima bansos tersebut tengah menjadi fokus utama Kemensos. Pihaknya tidak tinggal diam, melainkan segera melakukan penyisiran dan verifikasi mendalam terhadap data tersebut. "Dari data yang kita terima dari PPATK, kita dalami, kemudian kita sisir, dan kita terus berusaha memastikan bahwa penerima bansos yang terindikasi main judi online, kita beri kesempatan untuk melakukan klarifikasi," ujar Gus Ipul, seperti dikutip dari chapnews.id. Sebagian dari mereka bahkan telah memberikan klarifikasi dan berjanji untuk tidak lagi terlibat dalam judi daring.

Terkuak! Jutaan Penerima Bansos Terjerat Judi Online
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menariknya, hasil pendalaman awal menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas judi online ini justru dilakukan oleh anggota keluarga penerima manfaat, bukan langsung oleh pengurus rekening bansos yang terdaftar. "Jadi yang pengurus itu adalah penerima manfaat yang tertera dalam rekening penerima Bansos. Sementara yang bukan pengurus itu adalah keluarganya, bisa suami, bisa istri, atau bisa anak-anaknya, atau cucunya yang satu KK," terang Gus Ipul.

Meski proses verifikasi dan pendalaman data membutuhkan waktu serta sumber daya yang tidak sedikit, Gus Ipul menegaskan pentingnya langkah ini. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar diterima oleh pihak yang berhak dan dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya, bukan untuk kegiatan ilegal seperti judi online.

Selain melakukan pendalaman dan pemeriksaan lapangan (ground check), Kemensos juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pilar-pilar sosial. Upaya ini bertujuan untuk mengedukasi dan mensosialisasikan kepada para penerima manfaat mengenai pentingnya penggunaan bansos secara bijak dan sesuai aturan.

Tak hanya penerima bansos, Kemensos juga menghadapi tantangan internal. Gus Ipul mengungkapkan adanya sekitar 1.900 data pegawai Kementerian Sosial, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), yang turut terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online.

Menanggapi temuan ini, Gus Ipul memastikan bahwa pihaknya tidak akan pandang bulu. Penelusuran sedang dilakukan, dan sanksi tegas akan diterapkan sesuai ketentuan yang berlaku. Sanksi tersebut bervariasi, mulai dari peringatan keras, penundaan tunjangan kinerja, penurunan pangkat, hingga kemungkinan tidak diperpanjangnya kontrak bagi P3K, bahkan hingga pemberhentian. "Kita sedang telusuri dan pasti kita akan ambil tindakan, mulai dari peringatan, penurunan pangkat, penundaan tukin. Bagi teman-teman P3K bisa jadi nanti tidak akan kita perpanjang kontraknya," pungkasnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer