Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027 bukanlah sebuah ambisi yang sulit dijangkau, bahkan tanpa intervensi pemerintah yang terlalu agresif sekalipun.
Purbaya menjelaskan bahwa tanpa dorongan ekstra dari pemerintah, perekonomian nasional sudah memiliki potensi untuk mencapai angka 6 persen. Namun, ia menegaskan bahwa dengan langkah-langkah proaktif dan kerja keras pemerintah, pertumbuhan ekonomi bisa melampaui angka tersebut secara signifikan.

"Kalau government malas saja sih bisa tumbuh 6 persen ekonominya. Tapi kan sekarang government-nya rajin, jadi bisa signifikan di atas 6 persen," kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Gedung DPR RI pada Rabu (2/9/2026).
Lebih lanjut, Purbaya menyoroti pentingnya langkah-langkah untuk meningkatkan likuiditas perbankan. Menurutnya, penguatan likuiditas ini akan memacu pertumbuhan kredit yang lebih pesat, sekaligus mendorong sektor swasta untuk memberikan kontribusi yang lebih substansial bagi perekonomian nasional. Ia melihat peningkatan likuiditas perbankan sebagai salah satu celah strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, yang pada gilirannya akan memperlancar penyaluran kredit ke sektor non-pemerintah atau swasta.
Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah telah mengambil kebijakan penting. Purbaya mengungkapkan bahwa penempatan dana sebesar Rp200 triliun di sejumlah bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah diperpanjang hingga Juli tahun depan. Keputusan ini menjamin dana tersebut tidak akan ditarik, memberikan kepastian likuiditas yang sangat dibutuhkan oleh perbankan.
"Rp200 triliun itu kita perpanjang sampai tahun depan, Juli, tidak akan ditarik. Jadi bank lebih tenang," pungkas Purbaya, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan sektor keuangan.


