Ads - After Header

Terkuak! Strategi Jaga Pasar Modal, Saham BUMN Aman?

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Di tengah gejolak pasar modal dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih bergerak di zona merah secara year-to-date, fokus kembali tertuju pada saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kondisi ini mendorong digelarnya pertemuan tingkat tinggi di Jakarta pada Selasa (9/6) yang melibatkan sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, COO BPI Danantara Dony Oskaria, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, para Direktur Utama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS Ketenagakerjaan, serta perwakilan BUMN lainnya. Pertemuan strategis ini membahas langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasar modal dan mengukuhkan kembali kepercayaan para investor, termasuk wacana buyback saham emiten BUMN.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyambut positif atensi dari berbagai pemangku kepentingan tersebut. Menurutnya, perhatian yang diberikan mencerminkan keyakinan mendalam terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan BUMN, khususnya di sektor perbankan yang secara konsisten menunjukkan kinerja dan fundamental yang kokoh.

Terkuak! Strategi Jaga Pasar Modal, Saham BUMN Aman?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Hery, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perbanas, menegaskan bahwa stabilitas pasar yang terjaga merupakan fondasi krusial dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. "Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Industri perbankan kita masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga dengan baik, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang sangat kuat," jelas Hery kepada chapnews.id.

Lebih lanjut, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempertegas pernyataan Hery. Hingga April 2024, industri perbankan nasional mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 9,98 persen secara tahunan (year-on-year), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 11,40 persen. Angka-angka ini menjadi bukti nyata ketangguhan sektor perbankan Indonesia yang siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer