Chapnews.id – Kawasan Lhokseumawe, Aceh, kini tengah bersiap mencatatkan sejarah baru dalam peta energi global. Terminal LNG Arun, yang dikelola oleh PT Perta Arun Gas (PAG), secara agresif memperkuat posisinya untuk menjadi pusat layanan utama bagi kapal-kapal pengangkut gas alam cair (LNG) di kawasan Asia.
Langkah strategis ini dilakukan melalui pengembangan layanan Gassing Up and Cooling Down (GUCD). Layanan ini merupakan prosedur krusial dalam operasional kapal LNG, di mana tangki kapal harus dipastikan berada dalam kondisi suhu dan tekanan yang ideal serta aman sebelum proses pemuatan molekul LNG dimulai. Tanpa proses GUCD yang presisi, risiko keamanan dan efisiensi pengangkutan gas akan meningkat secara signifikan.

President Director PT Perta Arun Gas, Yan Syukharial, mengungkapkan bahwa pengembangan layanan GUCD ini bukan sekadar upaya teknis, melainkan bagian dari visi besar perusahaan untuk mengoptimalkan seluruh aset yang dimiliki. Melalui langkah ini, PAG berupaya memperkokoh perannya sebagai penyedia layanan LNG yang terintegrasi dan kompetitif di kancah internasional.
"Layanan GUCD adalah bentuk nyata dari optimalisasi infrastruktur Terminal LNG Arun. Kami berkomitmen penuh untuk memberikan layanan yang tidak hanya aman dan andal, tetapi juga memiliki kualitas tinggi bagi seluruh pengguna jasa kami," ujar Yan dalam keterangan resminya di Jakarta.
Perjalanan bisnis ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2023. Saat itu, PAG berhasil mencatatkan pelanggan pertama untuk layanan GUCD, yakni BP Singapore. Pada transaksi perdana tersebut, volume yang ditangani mencapai sekitar 4.900 m³ dengan nilai molekul sebesar 115.060 MMBTU. Keberhasilan tersebut menjadi batu loncatan bagi PAG untuk melakukan ekspansi pasar yang lebih luas.
Memasuki tahun 2026, pertumbuhan bisnis ini terlihat sangat masif. Hingga saat ini, PAG telah melayani lebih dari 38 kapal yang berasal dari lebih dari 15 perusahaan energi ternama di dunia. Angka ini diprediksi akan terus melonjak setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya permintaan layanan di kawasan Asia.
Data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026 saja, PAG telah menerima 18 kapal kargo. Total volume LNG yang ditangani mencapai sekitar 70.000 m³ dengan total molekul sebesar 1,6 juta MMBTU. Perkembangan pesat ini membuktikan bahwa Terminal Arun mampu bersaing dengan pusat-pusat energi lainnya di dunia.
Yan menambahkan bahwa selama ini, Singapura merupakan pemain dominan yang menguasai bisnis GUCD di Asia. Namun, kehadiran Terminal Arun kini telah mengubah peta persaingan tersebut.
"Kami melihat potensi bisnis GUCD ini sangatlah besar. Jika sebelumnya Singapura menjadi pemain utama, kini Terminal PAG telah bertransformasi menjadi pusat baru bagi kapal-kapal LNG di Asia," pungkasnya. Dengan penguatan infrastruktur dan kepercayaan dari perusahaan global, Terminal Arun optimis dapat menjadi tulang punggung logistik LNG di kawasan ini.


