Ads - After Header

Terobosan Baru! Gas Domestik Siap Gempur Impor LPG

Ahmad Dewatara

Terobosan Baru! Gas Domestik Siap Gempur Impor LPG

Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia secara serius mengkaji pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai salah satu strategi kunci untuk mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Langkah proaktif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini disambut positif oleh PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), yang melihat potensi besar CNG dalam bauran energi nasional.

Bagi PGN Gagas, inisiatif ini merupakan momentum strategis untuk memperluas opsi pemanfaatan energi berbasis gas bumi domestik secara terukur dan berkelanjutan. Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menekankan bahwa pengembangan CNG bukan sekadar mengganti satu jenis energi dengan yang lain, melainkan memperkaya pilihan energi yang tersedia bagi masyarakat dan pelaku usaha, sejalan dengan visi kebijakan pemerintah.

Terobosan Baru! Gas Domestik Siap Gempur Impor LPG
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Kami memandang ini sebagai upaya memperluas spektrum pilihan energi. Masyarakat dan sektor bisnis memerlukan akses terhadap sumber energi yang andal, terjangkau, dan bersumber dari dalam negeri. CNG, sebagai opsi energi yang sudah ada, memiliki potensi untuk terus dikembangkan secara bertahap sesuai arahan pemerintah," jelas Santiaji di Jakarta.

Selama lebih dari satu dekade, PGN Gagas telah membuktikan diri sebagai penyedia solusi energi berbasis CNG untuk berbagai segmen, mulai dari industri, komersial, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga transportasi. Pada tahun 2025, perusahaan ini berhasil menyalurkan sekitar 4.656.449 MMBTU gas bumi melalui layanan CNG dan Liquefied Natural Gas (LNG) ke beragam sektor tersebut.

Dari segi infrastruktur, PGN Gagas kini mengelola 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang tersebar di 7 provinsi. Fasilitas ini melayani rata-rata 2.200 kendaraan per hari melalui layanan Gasku. Sementara itu, layanan Gaslink yang ditujukan untuk segmen industri, komersial, dan UMKM telah menjangkau lebih dari 600 pelanggan, dengan total penyaluran mencapai 4.067.002 MMBTU sepanjang tahun 2025.

Dengan dukungan fasilitas kompresi gas, armada Gas Transport Module (GTM), dan berbagai infrastruktur pendukung lainnya, PGN Gagas memiliki basis operasional yang kuat untuk mendukung implementasi pemanfaatan CNG secara bertahap. Pengembangan ini akan senantiasa diselaraskan dengan kebijakan pemerintah, mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan infrastruktur, serta dinamika kebutuhan pasar.

Pasokan gas bumi sebagai bahan baku utama CNG juga terintegrasi secara optimal dengan jaringan infrastruktur PGN, memastikan pemanfaatan sumber daya energi domestik yang efisien dan maksimal.

PGN Gagas menegaskan posisinya bahwa CNG adalah bagian integral dari ekosistem energi nasional yang saling melengkapi. Sebagai entitas di bawah Subholding Gas Pertamina, PGN Gagas berkomitmen untuk tumbuh bersama dan berkolaborasi dengan berbagai jenis energi lain, menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan karakteristik unik setiap segmen pengguna.

"Semakin beragamnya pilihan energi yang tersedia, semakin kokoh pula ketahanan energi bangsa kita. CNG hadir sebagai salah satu opsi yang melengkapi sumber energi eksisting dalam kerangka bauran energi nasional," pungkas Santiaji.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer