Chapnews – Nasional – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kabar gembira terkait penyelamatan keuangan negara yang fantastis, mencapai Rp31,3 triliun. Pengumuman ini disampaikan dalam sebuah acara penting di Kejaksaan Agung pada Jumat (10/4), di mana pemerintah secara simbolis menerima pengembalian uang sebesar Rp11,420 triliun dari hasil penagihan denda administratif kehutanan oleh Satuan Tugas Penyelamatan Keuangan Negara (Satgas PKH).
Menurut Prabowo, angka Rp31,3 triliun ini merupakan akumulasi dari beberapa keberhasilan penyelematan dana. Rinciannya meliputi Rp13,255 triliun yang berhasil diselamatkan pada Oktober lalu dari kasus korupsi fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO). Kemudian, ada tambahan Rp6,625 triliun pada Desember lalu.

"Hari ini, 10 April, kita berhasil menyelamatkan Rp11,420 triliun," tegas Prabowo, merujuk pada dana yang diserahkan oleh Satgas PKH. "Dengan demikian, total uang tunai yang berhasil kita selamatkan sampai hari ini adalah Rp31,3 triliun rupiah."
Prabowo menjelaskan, dana sebesar itu memiliki potensi luar biasa untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. "Uang ini bisa digunakan untuk memperbaiki 34 ribu sekolah-sekolah kita di seluruh Indonesia," ujarnya. Angka ini dua kali lipat dari 17 ribu sekolah yang sebelumnya telah berhasil diperbaiki pemerintah. Ia juga menyoroti bahwa dana ini setara dengan dua kali lipat APBN yang dialokasikan untuk perbaikan sekolah yang sudah belasan tahun tidak tersentuh renovasi.
Selain itu, dana penyelamatan ini juga dapat dimanfaatkan untuk program renovasi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Ini dapat memperbaiki 500.000 rumah lebih. Berarti bisa memberi manfaat kepada 2 juta rakyat kita berpenghasilan rendah," imbuhnya, menekankan dampak langsung yang akan dirasakan oleh jutaan warga. Penyelamatan keuangan negara ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi dan memastikan dana rakyat kembali untuk kemakmuran bersama.


