Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Pertanyaan klasik seputar besaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang ideal untuk dibagikan saat Lebaran kembali mengemuka. Pasalnya, THR bagi para karyawan telah cair dan masuk ke rekening masing-masing. Tak hanya itu, Bonus Hari Raya (BHR) khusus untuk mitra pengemudi ojek online (ojol) juga telah disalurkan oleh aplikator transportasi daring terkemuka.
Penyaluran BHR ini menjangkau sekitar 850 ribu mitra pengemudi, dengan total nilai mencapai Rp220 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan, yakni dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan komitmen aplikator dalam mengapresiasi kinerja para mitranya.

Dengan adanya tambahan pendapatan ini, tradisi berbagi uang THR atau ‘angpao’ saat Hari Raya Idulfitri menjadi semakin semarak di kalangan masyarakat Indonesia. Nominal yang dibagikan pun sangat bervariasi, mulai dari pecahan terkecil seperti Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga lembaran Rp100.000, yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi dan jumlah THR yang diterima setiap individu.
Lantas, berapa besaran THR yang tepat untuk dibagikan agar tidak menguras kantong? Menurut para perencana keuangan, kuncinya terletak pada perencanaan finansial yang cermat. Langkah ini sangat penting untuk menghindari THR habis dalam waktu singkat tanpa tujuan yang jelas.
Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk membuat pos pengeluaran khusus. Disarankan sekitar 15 persen dari total THR yang diterima dapat dialokasikan secara spesifik untuk dibagikan saat Lebaran.
Alokasi dana tersebut dapat mencakup berbagai pos, seperti THR untuk orang tua dan mertua, uang saku bagi anak-anak dan keponakan, santunan untuk tetangga atau pekerja rumah tangga. Selain itu, porsi ini juga bisa digunakan untuk pembelian hampers atau parsel Lebaran, serta sedekah bagi mereka yang membutuhkan, memastikan kebahagiaan tersebar merata di momen istimewa ini.


