Chapnews – Nasional – Warga Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, kembali dilanda bencana banjir parah pada Jumat pekan lalu. Luapan aliran Sungai Cimanceri menyebabkan genangan air mencapai ketinggian satu meter, secara efektif memutus akses vital bagi penduduk setempat dan melumpuhkan aktivitas sehari-hari.
Pantauan chapnews.id di lokasi menunjukkan, jalan utama Desa Pasir Bolang sepanjang sekitar 500 meter, termasuk area kolong Jalan Tol Tangerang-Merak, terendam total. Kondisi ini tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga merendam puluhan rumah warga. Untuk membantu pergerakan, dua perahu karet disiagakan sebagai alat transportasi darurat bagi warga yang nekat melintas.

Khoiriyah, seorang pekerja yang terdampak, mengungkapkan kekesalannya. "Jalan yang mengarah ke Tigaraksa ini terputus total. Akibat banjir ini, saya selalu terlambat berangkat kerja," ujarnya, menggambarkan betapa krusialnya akses jalan tersebut bagi mata pencarian warga.
Menurut Maman, warga setempat lainnya, Desa Pasir Bolang memang dikenal sebagai wilayah langganan banjir di Kabupaten Tangerang. Ia menjelaskan bahwa banjir yang sempat surut beberapa hari sebelumnya, kini kembali naik drastis sejak Kamis malam. "Banjir minggu lalu sudah surut, tapi semalam naik lagi," kata Maman, menambahkan bahwa kali ini sebanyak 28 rumah terdampak, melibatkan 105 jiwa dari 35 kepala keluarga yang terimbas langsung luapan Sungai Cimanceri.
Maman juga menyoroti akar permasalahan banjir yang terus berulang. "Pembangunan-pembangunan serta pengurukan lahan yang tadinya bekas, menjadi penyebab utama," jelasnya. Ia menilai, penyempitan aliran anak Sungai Cimanceri dan berkurangnya daerah resapan air akibat alih fungsi lahan menjadi faktor krusial. "Solusinya mau bagaimana, terserah pemerintah. Intinya, warga sudah tidak ingin kebanjiran lagi," pungkasnya, menyuarakan harapan kolektif warga akan solusi jangka panjang dari pemerintah daerah.



