Chapnews.id – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun bernama Reihan dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di area bekas galian pasir pada Sabtu (3/10). Insiden memilukan ini bermula dari niat mulia sang bocah yang ingin menyelamatkan temannya, namun justru berakhir dengan tragedi yang merenggut nyawanya.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (2/10) siang saat Reihan tengah asyik bermain bersama dua orang temannya di sekitar lokasi bekas galian pasir. Menurut keterangan saksi, suasana yang awalnya penuh keceriaan berubah menjadi mencekam ketika salah satu teman korban terpeleset di tepian galian yang curam. Melihat temannya dalam bahaya, Reihan secara spontan mencoba memberikan pertolongan. Namun, malang tak dapat ditolak, ia justru ikut terjatuh ke dalam lubang galian yang sangat dalam tersebut.

Proses pencarian korban berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Tim gabungan dari Basarnas dan BPBD Kabupaten Tangerang harus berjibaku melawan waktu dan medan yang sangat sulit. Lokasi kejadian yang merupakan bekas galian pasir memiliki kedalaman yang ekstrem, diperkirakan mencapai lebih dari 20 meter. Kondisi ini menjadi hambatan utama bagi tim penyelamat dalam melakukan penyisiran di bawah air.
Petugas Basarnas, Rifan, menjelaskan bahwa proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara instan karena risiko keselamatan penyelam yang sangat tinggi. Tim harus melakukan penyelaman secara bergantian dengan durasi yang terbatas guna menghindari kelelahan atau kekurangan oksigen di kedalaman tersebut.
"Kami melakukan penyisiran di beberapa titik secara intensif. Kesulitan utama kami adalah kedalaman lokasi yang mencapai lebih dari 20 meter. Sejak pagi, tim penyelam harus bergantian melakukan penyisiran selama dua jam agar tetap fokus dan aman," ujar Rifan saat memberikan keterangan kepada media.
Setelah melalui upaya pencarian yang melelahkan selama kurang lebih 26 jam, harapan keluarga akhirnya terjawab meski dengan kabar duka. Jenazah Reihan berhasil ditemukan pada Sabtu sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan laporan tim di lapangan, posisi korban ditemukan sekitar dua meter dari titik awal ia diduga tenggelam.
Segera setelah berhasil diangkat ke permukaan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas menuju RSUD Tangerang. Langkah ini dilakukan untuk menjalani pemeriksaan forensik guna memastikan penyebab pasti kematian serta prosedur medis lainnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Pagedangan masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi pasti kejadian tersebut. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua dan masyarakat setempat untuk lebih waspada terhadap keberadaan lubang-lubang bekas galian yang sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak yang bermain di sekitar area tersebut. Melansir informasi dari chapnews.id, kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan di area bekas tambang rakyat yang minim pengawasan keamanan.

