Ads - After Header

Tragedi Latsarmil Maut Guncang Unair, Mahasiswa Bergerak!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Gelombang duka dan protes menyelimuti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya setelah insiden mematikan dalam Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang menewaskan lima calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP). Ratusan mahasiswa dan civitas academica yang tergabung dalam "Ksatria Airlangga" menggelar aksi simbolik di Amphitheater Unair B pada Sabtu malam, menyuarakan keprihatinan mendalam dan menuntut transparansi atas tragedi tersebut.

Aksi yang berlangsung haru tersebut diisi dengan penyalaan lilin, penaburan bunga di hadapan diorama foto kelima korban, pembacaan puisi, pertunjukan teatrikal, orasi, serta pernyataan sikap di mimbar bebas. Suasana semakin pilu saat salah satu peserta melantunkan doa dalam bahasa Jawa Krama, "Swargi langgeng, swargi langgeng," sebagai penghormatan terakhir bagi para mendiang.

Tragedi Latsarmil Maut Guncang Unair, Mahasiswa Bergerak!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lima individu yang gugur dalam Latsarmil tersebut adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari. Anisa Muyassaroh diketahui merupakan alumni Unair, menambah kedalaman duka bagi komunitas kampus.

Shintya Iftitah, Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unair, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan manifestasi dari keresahan kolektif mahasiswa atas tragedi tersebut. "Kami keluarga besar Universitas Airlangga tentunya berdukacita terhadap salah satu saudari kami, alumni Unair sendiri, yaitu Mbak Anisa Muyassaroh, dan empat rekan lainnya yang menjadi korban dari latihan dasar militer calon manajer KDMP," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ksatria Airlangga menyuarakan empat tuntutan utama kepada pemerintah. Pertama, mereka mendesak transparansi penuh mengenai kronologi dan penyebab pasti kematian kelima peserta dalam satu rangkaian latihan. "Kita menuntut untuk adanya transparansi kronologi kenapa pada akhirnya latihan dasar militer ini bisa memakan lima korban sekaligus," tegas Shintya.

Kedua, mahasiswa mempertanyakan keterlibatan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI dalam program yang sejatinya berada di bawah naungan Kementerian Koperasi. "Koperasi Desa Merah Putih itu kan di bawah Kementerian Koperasi, tapi kenapa Kementerian Pertahanan dan juga TNI pada akhirnya masuk? Ada intrik apa di situ?" tanya Shintya, menuntut penjelasan.

Tuntutan ketiga adalah pembentukan investigasi independen yang tidak melibatkan institusi penyelenggara Latsarmil, demi menjamin objektivitas hasil penyelidikan. Keempat, mereka menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas insiden tragis ini serta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP. Shintya menyoroti berbagai permasalahan yang mulai muncul, tidak hanya insiden kematian ini, tetapi juga isu lain seperti pencopotan ketua BGN.

Meskipun informasi terakhir menyebutkan Latsarmil bagi calon manajer KDMP telah dihentikan dan diganti dengan materi Pendidikan Bela Negara serta manajerial, Shintya tetap menyayangkan masuknya unsur militer ke dalam ranah sipil.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan melalui Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, telah menyatakan bahwa mereka telah melakukan evaluasi dan merevisi program pelatihan. Durasi pelatihan dipangkas dan fokusnya diubah menjadi pembinaan pendidikan Bela Negara, bukan lagi komponen cadangan. Donny menegaskan bahwa peserta tidak lagi menerima pelajaran terkait senjata atau taktik militer, melainkan hanya materi tentang nasionalisme, patriotisme, dan disiplin.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer