Chapnews – Nasional – Bukittinggi kembali dibayangi duka. Setelah tragedi keracunan massal akibat miras oplosan yang menewaskan dua narapidana Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Sumatera Barat, sebanyak 19 napi lainnya akhirnya dipulangkan. Informasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Direktur Pelayanan RSAM Bukittinggi, Vera Mayasari, Sabtu (3/5). "Hingga hari ini, 19 orang sudah dikembalikan ke Lapas. Dua orang masih menjalani perawatan intensif," ujarnya kepada chapnews.id mengutip Antara.
Kondisi dua napi yang masih dirawat di ruang ICU RSAM Bukittinggi terbilang kritis. Keduanya, yang berinisial F dan D, masih membutuhkan bantuan ventilator. Tragedi ini bermula pada Rabu lalu, ketika 22 narapidana mengalami keracunan massal. Satu korban meninggal dunia pada Kamis pagi di RSAM, sementara satu korban lainnya meregang nyawa di RSUD Bukittinggi. Kedua korban yang meninggal dunia masing-masing berinisial M dan I.

Kapolda Provinsi Sumbar, Irjen Gatot Tri Suryanta, telah memerintahkan Kapolres Bukittinggi untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Tim investigasi gabungan yang dibentuk bersama Kanwil Dirjen Imigrasi dan Pemasyarakatan Provinsi Sumatera Barat juga dikerahkan untuk mengungkap penyebab pasti tragedi ini. Penyelidikan kepolisian masih terus berlanjut untuk mengungkap siapa dalang dibalik peredaran miras oplosan di dalam Lapas. Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan serius tentang pengawasan keamanan dan ketertiban di dalam lembaga pemasyarakatan.



