Chapnews – Nasional – Kasus tragis menimpa seorang balita berusia 4 tahun di Bandung bernama Raditya Allibyan Fauzan. Pian, sapaan akrabnya, meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka lebam dan patah tulang, memicu kecurigaan adanya tindak kekerasan.
Ibunda Pian, Titawati, mengungkapkan duka mendalam atas kepergian anaknya. Ia tak menyangka Pian yang periang harus meregang nyawa dengan cara mengenaskan. "Lebam di tangan, kaki, perut, kepala. Pendarahan di otak, tulang dada patah, dan retak tulang kepala," ungkap Titawati dengan suara bergetar saat dihubungi chapnews.id, Minggu (23/11).

Titawati menuturkan, awalnya ia mendapat kabar bahwa Pian jatuh di kamar mandi dan tak sadarkan diri pada Jumat (21/11). Namun, kecurigaan muncul setelah melihat kondisi jenazah Pian yang penuh luka.
Dua bulan menjelang ulang tahun kelimanya, Pian harus mengakhiri hidupnya dengan tragis. Titawati berharap keadilan ditegakkan dan kasus ini diusut tuntas. "Kemarin sempat ditutup-tutupi, tapi setelah dilaporkan ke Polres ada pengakuan bahwa ya ada penganiayaan," ujarnya.
Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan intensif. Ibu tiri Pian menjadi pihak yang paling intensif diperiksa. "Dugaan sementara ke ibu tiri, tapi masih dalam proses," kata Titawati.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Kompol Anton, menyatakan pihaknya telah memeriksa lima orang saksi dan berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. "Mohon doa secepatnya kasus ini bisa terang benderang," ujarnya.
Jenazah Pian telah diautopsi dan dimakamkan di kampung halaman Titawati di Garut. Kasus ini menjadi viral di media sosial, memicu keprihatinan dan kecaman dari warganet.



