Chapnews – Ekonomi – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, secara tegas menyerukan pentingnya pendekatan yang matang dan berbasis data dalam menyikapi maraknya penyalahgunaan media vape sebagai sarana peredaran narkotika di Tanah Air. Cak Imin mengimbau seluruh pihak untuk tidak bersikap reaktif dan menghindari penciptaan kepanikan berlebihan di masyarakat melalui wacana pelarangan total.
Menanggapi temuan yang mengkhawatirkan terkait pemanfaatan vape ilegal untuk zat terlarang, Cak Imin menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil haruslah proporsional dan didasari oleh informasi yang akurat. "Pendekatannya harus seimbang. Jangan sampai kita salah langkah karena kurang data," ujar Cak Imin di Jakarta, Rabu (22/4/2026), seperti dikutip dari chapnews.id.

Menurutnya, sikap terburu-buru tanpa data yang komprehensif tidak hanya berpotensi salah arah, tetapi juga dapat merugikan industri vape yang telah beroperasi sesuai regulasi. Ancaman penyalahgunaan ini, meskipun nyata, tidak boleh serta-merta mematikan sektor yang patuh hukum. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan dan pengawasan ketat terhadap generasi muda menjadi prioritas utama untuk mencegah mereka terjerumus.
Lebih lanjut, Cak Imin mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk segera merumuskan regulasi yang jelas dan adaptif. Kerangka aturan yang kuat diharapkan mampu menjadi landasan untuk mengatasi celah hukum yang dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor yang komprehensif merupakan kunci esensial dalam menanggulangi ancaman serius penyalahgunaan vape ilegal sebagai media penggunaan narkotika.
(Foto: Menko Cak Imin/chapnews.id)

