Chapnews – Ekonomi – PT PLN (Persero) akhirnya angkat bicara terkait insiden pemadaman listrik bergilir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Kejadian ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gangguan pasokan daya ini secara spesifik dirasakan di area padat penduduk seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Durasi pemadaman bervariasi, berkisar antara satu hingga tiga jam, menimbulkan ketidaknyamanan signifikan bagi warga yang bergantung pada listrik untuk pekerjaan, belajar, dan kebutuhan rumah tangga.

Pihak PLN mengakui adanya kendala operasional yang berimbas pada defisit pasokan listrik di beberapa titik di Jawa. Meskipun demikian, mereka menegaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini telah kembali berfungsi normal dan berada dalam kondisi terkendali. Pernyataan ini disampaikan untuk menenangkan publik setelah insiden tersebut.
Melalui Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, perusahaan menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh pelanggan atas gangguan dan ketidaknyamanan yang harus mereka alami. "Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan," ujar Gregorius dalam keterangan pers tertulis yang diterima chapnews.id pada Jumat (12/6/2026).
Ia juga menambahkan, "Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini melalui saluran komunikasi resmi PLN, termasuk kantor unit PLN terdekat, guna mendapatkan pembaruan informasi yang akurat dan menghindari informasi yang tidak bertanggung jawab." PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan pasokan listrik demi kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.


