Chapnews – Ekonomi – Bayang-bayang penurunan penjualan eceran menghantui perekonomian Indonesia. Survei Bank Indonesia (BI) memprediksi penurunan penjualan di Oktober 2025 dan Januari 2026. Hal ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) yang menunjukkan angka yang kurang menggembirakan.
Data yang dirilis BI menunjukkan IEP Oktober 2025 tercatat 143,0, menurun dari angka 146,1 pada periode sebelumnya. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi pada Januari 2026, dengan IEP yang diproyeksikan sebesar 157,5, lebih rendah dibandingkan angka 169,4 di periode sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan ekspektasi para pengecer terhadap penjualan yang lesu dalam beberapa bulan mendatang.

Foto pedagang yang tengah menata barang dagangannya di sebuah pasar di Jakarta (19/9/2025) seakan menjadi gambaran nyata dari kekhawatiran tersebut. Apakah penurunan ini akan berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional? BI perlu mencermati lebih lanjut faktor-faktor yang menyebabkan penurunan ini dan mengambil langkah-langkah antisipatif untuk mencegah dampak yang lebih buruk. Pengamatan terhadap tren penjualan eceran akan menjadi kunci untuk mengantisipasi potensi gejolak ekonomi di masa depan. Perlu diwaspadai, potensi penurunan ini bisa menjadi indikator awal dari perlambatan ekonomi yang lebih luas.



