Chapnews – Ekonomi – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) membuat pernyataan mengejutkan. Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, mengklaim digitalisasi bantuan sosial (bansos) berpotensi mengurangi angka kemiskinan hingga 34 juta jiwa selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan Luhut dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (26/8/2025). "Kalau kita lakukan ini semua, kita bisa mengurangi 34 juta (orang). Pengurangan angka kemiskinan yang sangat signifikan bila ini semua berjalan," tegasnya.
Proyek ambisius ini akan dimulai dengan uji coba digitalisasi bansos di Banyuwangi, Jawa Timur pada September 2025, sebelum kemudian digulirkan secara bertahap ke seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari fokus Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, yang juga mencakup digitalisasi perizinan usaha dan peningkatan integrasi komponen Digital Public Infrastructure (DPI).

Sistem digitalisasi bansos dirancang untuk meningkatkan akurasi penyaluran bantuan, menekan kesalahan inklusi dan eksklusi, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat nantinya dapat melakukan verifikasi identitas digital secara mandiri melalui aplikasi yang disediakan. Proses backend akan diotomatisasi dengan verifikasi data terintegrasi dari berbagai lembaga, termasuk BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BI-Himbara, ATR/BPN, dan Samsat.
Perlu dicatat, data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025 mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 23,85 juta orang. Proyeksi penurunan angka kemiskinan oleh DEN ini jauh lebih besar daripada angka tersebut. Kendati demikian, optimisme Luhut terhadap dampak positif digitalisasi bansos terhadap pengentasan kemiskinan patut diapresiasi dan dipantau implementasinya di lapangan.



