Ads - After Header

14 Kampus Luar Negeri Berebut Anak Petani Ini!

Ahmad Dewatara

14 Kampus Luar Negeri Berebut Anak Petani Ini!

Chapnews – Nasional – Solo, chapnews.id — Kisah inspiratif datang dari Dafa Aziz Firmansyah, anak petani asal Cilacap, Jawa Tengah. Lulusan SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo ini berhasil diterima di 14 universitas ternama luar negeri! Prestasi membanggakan ini ia raih meski berasal dari keluarga sederhana.

Dafa, anak bungsu dari enam bersaudara, mengungkapkan bahwa ia merupakan satu-satunya yang akan melanjutkan pendidikan tinggi di keluarganya. Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani. "Saya satu-satunya anak dari enam bersaudara yang akan melanjutkan kuliah," ujar Dafa usai acara pelepasan Angkatan V SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo, Sabtu (28/6).

14 Kampus Luar Negeri Berebut Anak Petani Ini!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Perjalanan Dafa menuju kesuksesan ini tak selalu mulus. Setelah tiga bulan bersekolah di SMA Unggulan CT Arsa Sukoharjo, ayahnya terkena stroke. Ia sempat terpikir untuk berhenti sekolah demi membantu merawat sang ayah. Namun, dukungan ibunya, Suarti, menjadi penyemangat. "Ibu bilang kalau Dafa ini anak terakhir dan Dafa harus kuliah. Ibu pun mau mengusahakan apapun untuk Dafa agar bisa kuliah," kenang Dafa.

Awalnya, Dafa merasa tertantang dengan persaingan ketat di sekolah barunya. Namun, hal ini justru memicu semangat juangnya. Ia rajin belajar dan berhasil menempati peringkat 1 paralel sejak semester ketiga. Tak hanya berprestasi akademik, Dafa juga aktif di kegiatan ekstrakurikuler, termasuk menjadi Ketua OSIS dan berpartisipasi dalam olimpiade matematika.

Setelah lulus SMA, Dafa mendaftar ke 17 universitas luar negeri melalui Beasiswa Indonesia Maju. Hasilnya luar biasa: ia diterima di 14 universitas, termasuk delapan universitas di Australia (University of Sydney, UNSW Sydney, Monash University, The University of Queensland, RMIT University, University of Adelaide, Curtin University, dan University of Western Australia), dua universitas di Amerika Serikat (Cleveland State University dan University of New Orleans), La Roche University, Saint Louis University, Wageningen University & Research (Belanda), dan Nanyang Technological University (Singapura). Dafa akhirnya memilih University of Sydney untuk jurusan Advanced Computing.

Kisah Dafa membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi. Ia menekankan bahwa kunci kesuksesan terletak pada kemampuan mengalahkan diri sendiri, bukan sekadar bersaing dengan orang lain. "Kita tidak perlu takut akan banyaknya anak yang berprestasi. Kita tidak perlu melawan mereka semua, kita hanya perlu melawan diri kita sendiri," tegasnya.

Acara pelepasan siswa SMA Unggulan CT Arsa Foundation yang dihadiri oleh Chairul Tanjung, Anita Ratnasari Tanjung, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan sejumlah pejabat lainnya, semakin mengukuhkan prestasi gemilang Dafa dan 100 lebih siswa lainnya yang berasal dari keluarga kurang mampu di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer