Chapnews – Nasional – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menghadapi krisis lingkungan yang serius. Di tengah kepungan asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam, ribuan warga, ulama, serta pejabat daerah serentak menggelar Salat Istisqa, sebuah ibadah khusus memohon turunnya hujan, pada hari ini. Langkah spiritual ini diambil sebagai upaya terakhir setelah berbagai upaya pemadaman darat dan udara belum membuahkan hasil maksimal.
Salat Istisqa ini menjadi simbol harapan di tengah kondisi memprihatinkan yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumsel. Asap pekat tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Data terakhir yang dihimpun chapnews.id menunjukkan bahwa luasan lahan yang terbakar terus bertambah, memperparah kualitas udara dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap ekosistem dan perekonomian lokal.

Pelaksanaan Salat Istisqa dilangsungkan di berbagai titik strategis, dengan pusat kegiatan seringkali berada di lapangan terbuka atau masjid agung setempat. Tampak hadir Gubernur Sumsel beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan ribuan masyarakat umum yang memadati lokasi. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti jalannya salat, di mana para jamaah menengadahkan tangan, memanjatkan doa dengan penuh harap agar Allah SWT segera menurunkan rahmat-Nya berupa hujan lebat.
Dalam khotbah yang disampaikan, para ulama menyerukan agar seluruh elemen masyarakat introspeksi diri, memohon ampunan, dan memperbanyak doa. Mereka menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan serta keyakinan bahwa musibah karhutla ini dapat segera berakhir dengan turunnya hujan. Fenomena karhutla di Sumsel memang bukan hal baru, namun intensitasnya tahun ini dinilai cukup mengkhawatirkan. Selain upaya pemadaman yang terus digencarkan tim gabungan, doa menjadi salah satu ikhtiar yang diyakini mampu mengetuk pintu langit. Harapan besar kini tertumpu pada kekuatan doa, agar langit segera menumpahkan rahmat-Nya, memadamkan api yang melahap hutan dan lahan gambut, serta membersihkan udara dari partikel asap berbahaya.


