Ads - After Header

Prabowo Sentil Menteri: Tak Kuat Kerja? Banyak Pengganti!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan candaan serius kepada jajaran menterinya, mengingatkan mereka untuk bekerja dengan maksimal. Ia menegaskan bahwa banyak pihak lain yang siap dan bersemangat untuk mengisi posisi di dalam pemerintahan jika ada yang merasa tak sanggup mengemban amanah.

"Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara," ujar Prabowo seraya tertawa, saat meresmikan peluncuran program nasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa, 25 Agustus.

Prabowo Sentil Menteri: Tak Kuat Kerja? Banyak Pengganti!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan bahwa di Kabinet Merah Putih, nyaris tidak ada waktu untuk libur. Bahkan, hari libur nasional sekalipun, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari tersebut, dimanfaatkan untuk bekerja keras demi rakyat.

"Hari ini hari penting, walupun libur, walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah, dan itu risiko, risiko pengabdian ya," tambahnya, menggambarkan etos kerja tinggi yang diharapkan.

Acara peresmian dan peletakan batu pertama (groundbreaking) Program PLTS 100 GWp ini berlangsung di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Jembrana. Program ini merupakan inisiatif strategis yang digagas untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa program ambisius ini terintegrasi dalam Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air. Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS ini diakselerasi dan dituntaskan pada tahun 2029.

"Dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun, program ini akan membawa dampak signifikan bagi perekonomian negara," ungkap Pras dalam keterangannya, Selasa (25/8), seperti dikutip chapnews.id.

Prasetyo Hadi menambahkan, pada tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian operasional 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Ia menyoroti potensi energi surya Indonesia yang sangat besar, mencapai sekitar 3.294 GWp, namun kapasitas terpasang hingga saat ini baru sekitar 1,5 GWp, jauh di bawah potensi yang ada.

Program PLTS 100 GWp ini akan dibangun secara bertahap, dengan Tahap I sebesar 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp, sebagai bagian dari target keseluruhan.

"Program ini diproyeksikan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi di sektor pembangkit, baterai, dan jaringan, penguatan industri solar PV dalam negeri, serta pembukaan lapangan kerja hijau," pungkas Pras, menekankan multi-manfaat dari proyek energi bersih ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer