Chapnews – Nasional – Gelombang pasang ekstrem yang disertai banjir rob dilaporkan menerjang kawasan pesisir di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (18/4) dini hari. Bencana alam ini mengakibatkan setidaknya 15 rumah warga mengalami kerusakan parah, dengan delapan di antaranya rusak berat dan tujuh lainnya rusak ringan, meninggalkan jejak kehancuran di tiga desa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa 15 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh peristiwa ini. "Terdapat 7 rumah mengalami rusak ringan dan 8 unit rumah rusak berat," ujar Muhari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4), seperti dikutip chapnews.id.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 03.00 WITA, menyasar Desa Kendek di Kecamatan Banggai Utara, serta Desa Lambako dan Desa Pasir Putih di Kecamatan Banggai. Ketiga wilayah tersebut menjadi titik terparah hantaman rob. Muhari menambahkan, "Banjir rob yang disertai gelombang tinggi ini telah mengancam deretan hunian warga lainnya yang berada di garis pantai, menimbulkan kekhawatiran akan dampak yang lebih luas."
Berdasarkan kesaksian warga setempat yang dihimpun tim asesmen, kondisi pesisir yang semula tenang tiba-tiba berubah drastis. Gelombang pasang ekstrem muncul seketika, langsung menghantam permukiman tanpa peringatan, menyebabkan kepanikan di tengah malam.
Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulawesi Tengah telah bergerak cepat melakukan kaji cepat dan asesmen menyeluruh di lokasi terdampak. Upaya ini dilakukan untuk mendata kerugian, mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga, serta memastikan langkah-langkah penanganan darurat dapat segera dilaksanakan.


