Cinta Beracun: Rp49 Miliar Ludes Akibat Love Scam!
Chapnews – Ekonomi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menyuarakan peringatan keras terhadap modus kejahatan finansial digital yang kian meresahkan, dikenal sebagai Love Scam. Modus penipuan berbasis manipulasi psikologis ini telah menyebabkan kerugian fantastis bagi masyarakat Indonesia, mencapai angka Rp49 miliar lebih dalam setahun terakhir.

Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, menegaskan bahwa Love Scam bukan lagi ancaman biasa. "Ini telah menjadi tren kejahatan finansial digital yang jumlahnya terus meningkat dan dilakukan secara global oleh sindikat-sindikat internasional," ujar Friderica, yang akrab disapa Kiki, dalam konferensi pers RDKB pada Jumat (9/1/2026). Ia menambahkan, keberadaan sindikat internasional di Indonesia terbukti nyata dengan penggerebekan di Yogyakarta baru-baru ini, sebuah kasus yang juga menjadi sorotan dalam forum internasional International Organization of Securities Commissions (IOSCO) Komite 8.
Data yang dihimpun oleh Indonesia Anti-Scam Center (IASC) sepanjang tahun 2025 menunjukkan skala masalah yang mengkhawatirkan. "Hingga akhir tahun lalu, Indonesia Anti-Scam Center telah menerima 3.494 laporan kerugian masyarakat yang menjadi korban modus Love Scam, atau yang juga dikenal sebagai Relationship Scam atau Romance Scam," papar Kiki. Total kerugian yang tercatat dari ribuan laporan tersebut mencapai angka yang sangat besar, yakni Rp49.198.000.000 (empat puluh sembilan miliar seratus sembilan puluh delapan juta rupiah).
Angka ini menjadi alarm bagi seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi di dunia maya, terutama ketika melibatkan emosi dan potensi finansial. Kejahatan ini memanfaatkan celah psikologis korban, menjebak mereka dalam ilusi hubungan romantis sebelum akhirnya menguras harta benda. OJK dan IASC terus mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap tawaran atau permintaan finansial yang mencurigakan dari kenalan baru di platform daring. Jangan sampai rayuan cinta palsu berujung pada kerugian finansial yang tak terhingga.


