Ads - After Header

Ahmad Dewatara

Agum Gumelar Tegaskan Fondasi Polri ke Wakapolri!

Chapnews – Nasional – Jakarta – Suasana Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri yang berlangsung baru-baru ini diwarnai penegasan penting dari Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI), Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. Di hadapan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo, Agum dengan tegas menyatakan bahwa kedudukan institusi Polri berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pernyataan Agum Gumelar ini disampaikan dalam momen strategis, yakni saat Munas PP Polri. Sebagai tokoh senior yang memiliki rekam jejak panjang di kancah militer dan kepolisian, penegasannya mengenai hierarki Polri menjadi sorotan utama. Ia menekankan bahwa posisi Polri yang langsung bertanggung jawab kepada Kepala Negara merupakan pilar fundamental dalam struktur ketatanegaraan Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan oleh para senior Polri dan PEPABRI. Menurut Dedi, dukungan ini menjadi "energi besar" yang memacu seluruh jajaran kepolisian untuk mengakselerasi program Transformasi Polri yang berkelanjutan. Dedi juga turut menggarisbawahi pentingnya kedudukan Polri di bawah Presiden sebagai landasan utama untuk memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memantapkan profesionalisme personel Polri.

Dalam kesempatan yang sama, Komjen Dedi Prasetyo memaparkan berbagai inisiatif strategis yang telah dan akan terus digulirkan guna mendorong perubahan menyeluruh di tubuh Korps Bhayangkara. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan. Ini diwujudkan melalui pembenahan sistem rekrutmen yang lebih transparan, peningkatan mutu pendidikan kepolisian, serta pengembangan jenjang karier berbasis kompetensi yang adil.

Secara inovatif, Dedi mengungkapkan rencana pembentukan Pusat Studi Kepolisian di 74 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dalam waktu dekat. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan ilmu kepolisian, menjadikannya lebih relevan dengan dinamika masyarakat modern. Selain itu, transformasi juga menyentuh aspek kultural dan etika profesi, penguatan pengawasan dan akuntabilitas, modernisasi sarana prasarana, serta transformasi digital dan penguatan fungsi operasional kepolisian.

Wakapolri menegaskan bahwa seluruh langkah progresif ini merupakan manifestasi komitmen nyata Polri dalam menjawab ekspektasi tinggi dari Presiden dan seluruh lapisan masyarakat. "Transformasi Polri adalah sebuah proses yang tak pernah berhenti. Dengan sinergi dan dukungan penuh dari para senior, purnawirawan, serta seluruh elemen bangsa, kami sangat optimistis Polri akan mampu menghadirkan perubahan konkret yang memberikan dampak positif langsung bagi kehidupan masyarakat," pungkas Dedi, sebagaimana dilansir oleh chapnews.id pada Kamis (29/1).


Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer