Ads - After Header

Ahmad Dewatara

Gawat! Jatim ‘Sulap’ Langit Demi Mudik Aman 2026

Chapnews – Nasional – Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meluncurkan sebuah gebrakan signifikan berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai respons proaktif terhadap ancaman cuaca ekstrem. Langkah ini diambil menjelang puncak arus mudik dan perayaan Idulfitri 2026, dengan tujuan utama memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan jutaan pemudik yang akan melintasi wilayah Jawa Timur.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa fokus utama operasi ini adalah penyemaian awan di titik-titik yang diidentifikasi rawan, membentang dari wilayah Tapal Kuda hingga pesisir selatan Jawa Timur. "Ini adalah instruksi langsung dari Ibu Gubernur untuk meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi selama musim Lebaran," tegas Gatot di Surabaya, Selasa (17/3).

Pada hari pertama pelaksanaan, tim udara telah menuntaskan tiga sorti penerbangan dengan total durasi 5 jam 20 menit. Sebanyak 2.800 kilogram kalsium oksida (CaO), atau bahan semai, berhasil disebar di langit Situbondo dan sebagian utara Banyuwangi. Memasuki hari kedua, armada pesawat PK-SCJ dikerahkan untuk menyisir wilayah barat dan tengah, mencakup zona utara seperti Tuban, zona tengah di Mojokerto dan sekitarnya, serta wilayah selatan dan Tapal Kuda meliputi Jember, Situbondo, dan Banyuwangi.

Gatot menegaskan bahwa rekayasa cuaca ini direncanakan akan berlangsung selama sepuluh hari berturut-turut, hingga 26 Maret 2026, atau H+5 Lebaran. Ini merupakan langkah preventif krusial untuk mengendalikan intensitas curah hujan di sepanjang jalur-jalur utama mudik. "OMC ini juga merupakan wujud nyata pelayanan Pemprov Jatim kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran," pungkas Gatot.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah mengeluarkan peringatan dini yang mengkhawatirkan terkait potensi cuaca ekstrem. Peringatan tersebut membayangi hampir seluruh wilayah Jawa Timur selama periode mudik Idulfitri 2026.

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, secara khusus meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang meliputi hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es. Potensi ini diperkirakan berlangsung hingga 20 Maret 2026.

Sejumlah besar daerah di Jatim diidentifikasi berpotensi dilanda cuaca ekstrem ini, mencakup kota dan kabupaten strategis seperti Surabaya, Malang, Kediri, Jember, Banyuwangi, Sidoarjo, Mojokerto, hingga wilayah pesisir seperti Tuban dan Sumenep, serta banyak daerah lainnya yang tersebar di seluruh penjuru provinsi.

Taufiq menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar wilayah Jawa Timur sedang memasuki masa transisi atau pancaroba dari musim hujan ke kemarau, keberadaan fenomena atmosfer global justru memperkuat potensi cuaca ekstrem. "Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak adanya gangguan atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO) secara spasial dan Gelombang Kelvin yang akan melintasi wilayah Jawa Timur," terangnya.


Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer