Terungkap! Dalang di Balik Anjloknya Harga Emas
Chapnews – Ekonomi – Harga emas dunia kembali menunjukkan pelemahan signifikan, menyeret harga logam mulia di pasar domestik ikut terkoreksi tajam. Penurunan ini, menurut analis keuangan Ibrahim Assuaibi, dipicu oleh dua faktor utama yang saling berkaitan: penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang perkasa dan meningkatnya ketegangan geopolitik global. Akibatnya, harga emas di pasar global sempat menyentuh USD4.497,37 per troy ons pada Sabtu pagi, turun drastis dibandingkan sesi sebelumnya. Sejalan dengan itu, harga emas logam mulia di dalam negeri juga ikut terkoreksi, ditutup di kisaran Rp2.893.000 per gram, jauh di bawah level psikologis Rp3 juta.

Ibrahim menjelaskan lebih lanjut bahwa dominasi dolar AS di pasar global membuat daya tarik aset safe-haven seperti emas berkurang. Investor cenderung beralih ke dolar yang dianggap lebih stabil di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik. Sementara itu, ketegangan geopolitik, alih-alih mendorong harga emas naik seperti biasanya, justru memperkuat posisi dolar AS sebagai pilihan utama di mata investor global.
Pelemahan ini, menurut Ibrahim, berpotensi masih akan berlanjut pada perdagangan pekan ini. Ia memprediksi kecenderungan harga logam mulia akan tetap berada di bawah level psikologis Rp3 juta per gram. "Ada kemungkinan besar dalam minggu ini, logam mulia kemungkinan akan di bawah Rp3 juta. Itu di Rp2.890.000 per gram," ujarnya kepada awak media awal pekan ini.
Apabila tekanan jual terus berlanjut, Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia akan menguji level dukungan pertama di USD4.423,06 per troy ons. Jika sentimen negatif semakin kuat dan tekanan semakin dalam, harga bisa merosot lebih jauh ke kisaran USD4.319,00. Skenario terburuk ini dapat menyeret harga logam mulia di Indonesia ke rentang Rp2.840.000 hingga Rp2.800.000 per gram, semakin menjauhi angka Rp3 juta.
Namun, tidak semua prospek suram. Peluang pembalikan arah atau penguatan harga emas masih terbuka lebar jika sentimen pasar berubah. Jika harga berhasil menembus level resistensi pertama di USD4.559,86 per troy ons, logam mulia berpotensi kembali menguat ke kisaran Rp2.920.000 per gram di pasar domestik. Bahkan, apabila momentum kenaikan berlanjut hingga menembus resistensi kedua di USD4.681,50, harga emas di Indonesia diperkirakan dapat mendekati Rp2.980.000 per gram. Meskipun demikian, Ibrahim menegaskan bahwa level Rp3 juta masih akan sulit ditembus dalam waktu dekat, menandakan periode volatilitas yang mungkin akan terus membayangi pasar emas.


