Terkuak! Fakta di Balik Pidato JK yang Dituduh Menista
Chapnews – Nasional – Para tokoh kunci di balik deklarasi damai Malino I dan II, yang berhasil meredakan konflik di Poso dan Maluku, secara tegas membantah tudingan penistaan agama terhadap ceramah mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) di Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka bersaksi bahwa pidato JK pada Kamis (5/3) lalu itu sesuai dengan narasi sejarah dan fakta sosiologis di lapangan, bukan upaya menista agama.

Dalam sebuah forum terbuka yang digelar di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (21/4) lalu, para delegasi dan pelaku sejarah tersebut berkumpul untuk memberikan klarifikasi. Pertemuan yang berlangsung selama dua jam ini bertujuan menanggapi polemik yang berkembang di masyarakat terkait isi ceramah JK.
John Ruhulessin, salah satu delegasi penting dari Deklarasi Malino II di Maluku, menegaskan bahwa substansi ceramah JK sepenuhnya selaras dengan realitas sosiologis yang terjadi di lapangan saat itu. John membenarkan bahwa JK, sebagai perwakilan negara dalam perundingan damai, mendatangi langsung masyarakat di Ambon, Maluku, dan memahami secara mendalam kondisi konflik yang terjadi.
Menurut John, ceramah JK tersebut sama sekali tidak bermaksud melakukan penistaan terhadap ajaran Kristen. "Bapak JK tidak pernah membicarakan tentang sebuah doktrin agama. Kalau pada waktu itu doktrin agama itu diberlakukan, saya yakin tidak akan terjadi konflik di Maluku. Justru ketika itu, agama dipakai sebagai alat legitimasi kekerasan dan pembunuhan yang terjadi," ujarnya, menjelaskan konteks penggunaan agama dalam konflik.
Senada dengan John, Pendeta Rinaldi Damanik, perwakilan dari delegasi perundingan Malino I di Poso, mengajak masyarakat untuk menelaah kembali narasi sejarah yang sebenarnya terkait konflik tersebut. "Karena itu, kami berharap siapapun dia yang kontra terhadap apa yang disampaikan oleh Pak JK, mari belajar tentang kasus itu. Lihat dulu," ucapnya, menekankan pentingnya pemahaman konteks historis.
Dari perspektif hukum dan keagamaan, Ketua DPP Hidayatullah Bidang Organisasi, Dudung Amadung Abdullah, menyatakan bahwa setelah menelaah seksama, tidak ditemukan adanya unsur delik pidana penistaan agama dalam ceramah JK. "Menurut hemat kami, setelah kami menelaah apa yang disampaikan oleh Pak Jusuf Kalla di UGM, tidak ada satupun delik yang menunjukkan beliau melakukan penistaan terhadap agama," tegas Dudung.
Untuk itu, ia mengungkapkan bahwa pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi para perwakilan antarumat beragama untuk bersama-sama menenangkan dan mendinginkan suasana di tengah polemik yang berkembang. "Barangkali sekali lagi ini momen bagi kita untuk sama-sama menenangkan umat kita masing-masing," pungkasnya, menyerukan persatuan dan kedamaian. (antara/wis/chapnews.id)


