Chapnews – Nasional – Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berkomitmen untuk segera meluncurkan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2. Tragedi yang terjadi di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8) ini akan diselidiki langsung oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
AHY menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas musibah tersebut, seraya berharap seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bersama tim Search and Rescue (SAR) disebut masih terus memastikan kelancaran proses evakuasi serta validasi data penumpang kapal yang berhasil diselamatkan.

"Secara umum, pertama Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, masih terus memastikan verifikasi data penumpang kapal hasil evakuasi bersama, bekerja sama dengan tim SAR, kemudian kapal-kapal patroli," ujar AHY saat berada di Bangkalan, Jawa Timur.
AHY menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menunda investigasi. "Pemerintah segera luncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut," tegasnya, menekankan pentingnya transparansi dalam mengungkap fakta di balik kebakaran kapal ini.
Ia menekankan bahwa investigasi akan mencakup pengecekan mendalam terhadap kondisi teknis kapal, kualifikasi sumber daya manusia (SDM) awak kapal, serta faktor cuaca yang mungkin berperan dalam insiden. "Investigasi akan dilakukan oleh KNKT, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, dan butuh waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya," jelas AHY.
AHY menggarisbawahi pentingnya ‘safety first’ dalam setiap aspek transportasi laut. "Kita ingin memastikan bahwa terkait transportasi laut, safety first, tentu ini harus kita pastikan. SOP dijalankan, protap dijalankan, keselamatan penumpang nomor satu, cuaca juga tentunya harus bisa kita mitigasi, dan selebihnya kita ingin memastikan kapal selalu dalam kondisi layak, tidak ada masalah teknis, dan semangat kita memang terus meremajakan kapal-kapal kita," tutup AHY, menegaskan komitmen pemerintah untuk peremajaan armada kapal.
Insiden nahas ini terjadi pada Minggu (2/8), ketika Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar dilaporkan terbakar di perairan utara Sumenep, Madura. Kapal tersebut mengangkut sekitar 250 orang penumpang.
Menurut laporan dari Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, informasi awal kebakaran diterima pada pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak, disusul konfirmasi dari operator kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran, semenit kemudian. Nakhoda kapal sempat melaporkan terjadinya kebakaran antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, sebelum komunikasi terputus total.
Tim SAR segera bergerak melakukan koordinasi intensif. Pada pukul 08.30 WIB, Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk melacak posisi terakhir kapal. Koordinasi berlanjut antara Pos SAR Sumenep dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget pada pukul 09.00 WIB.
Melalui koordinasi intensif, termasuk dengan Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi kejadian, posisi KMP Mutiara Sentosa 2 dipastikan berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi, pada pukul 09.45 WIB. Kondisi kapal dilaporkan hampir terbakar habis, dengan para penumpang berkumpul di anjungan serta haluan untuk menyelamatkan diri.
Data terakhir hingga Minggu malam pukul 21.00 WIB menunjukkan bahwa dari total 236 penumpang yang berhasil dievakuasi, 231 orang dinyatakan selamat, sementara lima orang lainnya ditemukan meninggal dunia. chapnews.id akan terus mengabarkan perkembangan investigasi ini.


