Chapnews – Nasional – Ibu Kota Jakarta kembali dilanda bencana banjir pada Minggu pagi, menyebabkan setidaknya sembilan Rukun Tetangga (RT) dan satu ruas jalan utama terendam air. Kondisi ini memaksa ratusan warga di wilayah Jakarta Utara untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta melaporkan bahwa ketinggian air bervariasi, mencapai antara 10 hingga 20 sentimeter di beberapa titik.
Menurut data yang dirilis BPBD, genangan air tersebar di dua wilayah administratif. Dua RT terdampak berada di Jakarta Barat, sementara tujuh RT lainnya yang mengalami banjir parah berlokasi di Jakarta Utara. Selain pemukiman warga, genangan air juga melumpuhkan akses di Jalan Kamal Raya, Jakarta Barat, dengan ketinggian air sekitar 15 sentimeter, mengganggu mobilitas pengguna jalan.

chapnews.id mencatat, penyebab utama banjir ini adalah intensitas curah hujan yang sangat tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta sejak dini hari. Kondisi diperparah dengan meluapnya beberapa aliran sungai penting, termasuk Kali Semongol, Kali Angke, dan Kali Nagrak, yang tidak mampu menampung volume air hujan yang ekstrem.
Menanggapi situasi darurat ini, BPBD Jakarta telah mengerahkan personelnya ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan kondisi genangan secara real-time. Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan berbagai dinas terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Upaya ini bertujuan untuk memastikan proses penyedotan air berjalan efektif dan sistem drainase kota berfungsi optimal guna mempercepat surutnya genangan.



