Chapnews – Nasional – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mendeklarasikan ‘perang’ terhadap invasi ikan sapu-sapu, meluncurkan operasi penangkapan serentak di lima wilayah kota administratif ibu kota pada Jumat lalu. Langkah masif ini diambil untuk menekan populasi spesies invasif yang telah mendominasi perairan air tawar, merusak ekosistem, dan terbukti membawa kandungan logam berat berbahaya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang memantau langsung di Perumahan Kelapa Gading, Jakarta Utara, menegaskan bahwa aksi ini berlangsung simultan di seluruh penjuru Jakarta, meliputi Jakarta Utara, Selatan, Timur, Barat, dan Jakarta Pusat. Hasil tangkapan di lokasi tersebut bahkan melampaui perkiraan awal petugas. "Tadi ketika penangkapan dilakukan, awalnya kami memperkirakan mungkin hanya dapat kurang lebih 150 kilogram, dan tadi kalau lihat terakhir pasti saya yakin di atas 200 kilogram," ungkap Pramono pada akhir pekan kemarin, seraya menambahkan bahwa 60 kilogram lebih sudah terkumpul di tahap awal.

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menjelaskan bahwa seluruh hasil tangkapan dipastikan tidak akan dimanfaatkan untuk konsumsi. Ikan-ikan tersebut akan segera dimusnahkan dengan cara dikubur di lokasi yang telah disiapkan. Pramono Anung menambahkan, keputusan ini didasari fakta bahwa populasi ikan invasif tersebut telah mendominasi lebih dari 60% perairan di Jakarta, mengancam keberlangsungan ikan endemik lokal, dan merusak struktur dinding sungai.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono mengungkapkan temuan laboratorium yang sangat mengkhawatirkan: ikan sapu-sapu di perairan Jakarta terbukti mengandung logam berat berbahaya. "Kemarin dalam rapat saya dilaporin oleh kepala KKP bahwa di ikan ini rata-rata sudah 0,3 kadar residunya. Dan itu berbahaya sekali," tegasnya, menyoroti risiko serius bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
Guna memastikan pengurangan populasi ikan invasif ini secara konsisten, Pemprov DKI berencana membentuk satuan tugas khusus. "Secara khusus nanti kami akan tugaskan PPLH yang bertugas untuk itu. Nanti akan ada penugasan secara khusus PJLP yang menangani ikan sapu-sapu ini," jelas Pramono, menandakan komitmen jangka panjang.
Dari Jakarta Timur, Wali Kota Munjirin melaporkan hasil tangkapan yang masif. Dikutip dari laporan chapnews.id, sebanyak 763 kilogram ikan sapu-apu berhasil dikumpulkan dari operasi serentak di 10 kecamatan hingga Jumat pagi. Angka ini mencakup rekapitulasi sementara sejak Kamis sore, dengan Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung di Kramat Jati menyumbang sekitar 200 kilogram. Operasi ini melibatkan setidaknya 150 personel gabungan dari berbagai instansi seperti pemadam kebakaran, BPBD, kelurahan, dan kecamatan, serta partisipasi aktif masyarakat.
Bergerak ke Jakarta Selatan, Wali Kota Muhammad Anwar menargetkan penangkapan hingga lima ton ikan sapu-sapu. Dalam giat di Setu Babakan, Jagakarsa, Anwar mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu satu jam lebih, pihaknya sudah berhasil mengumpulkan sekitar 300 kilogram. "Semua wilayah melakukan, tapi yang terbesar di sini. Hasil kajian menunjukkan ikan sapu-sapu banyak di Setu Babakan, dan terbukti," terang Anwar, sebagaimana dilaporkan chapnews.id.
Tak ketinggalan, di Jakarta Pusat, operasi penangkapan ikan sapu-sapu juga dilakukan di Kali Cideng, Menteng, tepatnya di depan Plaza Indonesia. Kegiatan ini berhasil menjaring 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar yang dianggap mengganggu ekosistem sungai. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan Pemprov DKI untuk menekan penyebaran spesies invasif di seluruh perairan Jakarta, termasuk yang sebelumnya telah dilakukan di Kali Ciliwung.



