Chapnews – Nasional – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara resmi membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Utara pada Kamis (22/1) di Aula Kebon Jati, Kota Bogor. Acara ini menjadi penanda dimulainya upaya serius pemerintah kota untuk mentransformasi wilayah Bogor Utara menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang strategis.
Dalam sambutannya yang penuh visi, Dedie A. Rachim menegaskan posisi vital Bogor Utara dalam sejarah dan perkembangan Kota Bogor. Ia menyebut wilayah ini sebagai salah satu "gerbang utama" kota yang menyimpan potensi luar biasa untuk dikembangkan menjadi motor penggerak ekonomi baru.

Untuk merealisasikan potensi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak main-main. Langkah konkret signifikan akan diambil, yakni dengan kembali mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan demi pembangunan Jalan R2. Proyek infrastruktur vital ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pengembangan Bogor Utara sebagai pusat aktivitas ekonomi dan simpul konektivitas regional.
Dedie mengungkapkan bahwa rencana ambisius pembangunan Jalan R2 ini telah dikoordinasikan secara intensif dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Harapannya, jalur baru ini akan mampu menciptakan konektivitas langsung antara kawasan Sentul dengan Kota Bogor, tanpa perlu lagi melewati jalan tol yang seringkali padat.
Menurutnya, kehadiran konektivitas baru ini bukan sekadar memperlancar mobilitas warga dan barang, tetapi juga secara fundamental akan mendorong percepatan pengembangan potensi wilayah Bogor Utara. Tujuannya jelas: agar pertumbuhan ekonomi di kawasan ini lebih nyata dan tidak tertinggal dibandingkan dengan wilayah perbatasan lainnya yang terus berkembang. "Jangan sampai kita hanya menjadi penonton. Perencanaan dan komunikasi yang matang dengan berbagai pihak terkait mutlak harus dilakukan agar ‘kue pertumbuhan wilayah’ ini benar-benar dapat dinikmati secara adil oleh seluruh warga Kota Bogor," tegas Dedie, menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif.



