Ads - After Header

Tragis! Ibu di Bandung Hilang Ditelan Sungai Cijagra

Ahmad Dewatara

Tragis! Ibu di Bandung Hilang Ditelan Sungai Cijagra

Chapnews – Nasional – Tim SAR gabungan terus berjibaku mencari Enok (43), seorang ibu di Kabupaten Bandung yang hilang secara misterius. Diduga kuat, ia jatuh dan langsung terseret arus deras Sungai Cijagra setelah lantai rumahnya di Desa Cilame, Kutawaringin, ambrol dan jebol pada Senin (2/2) sore, sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebuah lubang besar menganga di bagian dapur dan kamar mandi rumah Enok, yang langsung terhubung ke aliran sungai yang deras dan keruh. Kediaman tersebut memang berdiri tepat di bibir sungai, dengan struktur bangunan memanjang ke bawah hingga menyentuh aliran air. Rumah Enok terdiri dari dua lantai; lantai atas difungsikan sebagai ruang tamu, kamar, sekaligus warung kecil, sementara lantai bawah berisi dapur dan kamar mandi.

Tragis! Ibu di Bandung Hilang Ditelan Sungai Cijagra
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Melansir informasi dari chapnews.id, Enok diduga terperosok saat lantai jebol ketika korban hendak menuju kamar mandi di lantai bawah. Hingga hari ketiga pencarian pada Rabu (4/2), petugas gabungan masih berupaya keras menemukan keberadaan Enok.

Proses pencarian melibatkan penggunaan perahu karet, menyisir titik awal di kawasan Cilame, Jembatan Murci Katapang, hingga ke Sungai Citarum. Komandan Tim Basarnas Bandung, Heru Kusdiantoro, mengungkapkan bahwa timnya dibagi menjadi beberapa unit untuk menyusuri aliran sungai yang mulai surut, sebuah pola yang dipertahankan sesuai prosedur standar pencarian.

Sebuah informasi penting datang dari warga terkait dugaan penampakan sosok yang menyerupai korban di area Curug (air terjun) di bagian hulu sungai. Laporan tersebut diperkuat dengan kesesuaian ciri-ciri fisik yang disampaikan saksi mata. "Kemarin ada info warga melihat di daerah Curug. Menurut saksi, ciri-cirinya identik: berambut panjang, mengenakan celana jins, dan terlihat tanpa pakaian atasan," ungkap Heru.

Kronologi Tragis Versi Keluarga

Terpisah, putra sulung Enok, Fikri Kurniawan (19), menceritakan kronologi kejadian nahas tersebut. Saat peristiwa itu terjadi, sebetulnya ada beberapa anggota keluarga di rumah. Namun, hujan deras yang mengguyur diduga membuat suara ambrolnya lantai tidak terdengar.

"Berdasarkan penuturan adik saya, mereka sedang berada di lantai atas. Mamah bilang mau ke kamar mandi. Setelah sekitar 15 menit, adik-adik saya menyadari mamah tidak kunjung kembali ke atas. Pas dicek ke bawah, mamah sudah tidak ada, sudah masuk ke lubang," tutur Fikri yang saat kejadian sedang bekerja di Soreang.

Fikri menambahkan, posisi kamar mandi di lantai bawah memang bersentuhan langsung dengan aliran Sungai Cijagra. "Iya, dekat sungai. Memang sebelumnya sudah ada retakan, bahkan lubang kecil, tapi sudah ditambal. Cuma kemarin kayaknya tergerus lagi oleh sungai. Mungkin pas diinjak, amblas ke bawah," jelasnya.

Saat musibah terjadi, wilayah tersebut tengah diguyur hujan dengan intensitas tinggi, yang diduga memicu debit air Sungai Cijagra meningkat drastis hingga sempat meluap ke jalan. "Tak ada yang menyadari kejadian nahas itu, lantaran suara ambrolnya lantai tertutup oleh deru hujan deras dan gemuruh sungai yang meluap," ucap Fikri.

Fikri mengaku sangat terpukul dan berduka saat mendengar kabar ibunya terbawa arus sungai. Ia pun segera membawa adik-adiknya untuk mengungsi ke rumah kerabat terdekat. "Sementara saya sama adik-adik saya mengungsi ke rumah nenek," pungkasnya. Musibah ini menjadi peringatan keras akan risiko pembangunan rumah di tepi sungai, terutama saat musim penghujan dengan debit air yang tinggi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer