Ads - After Header

Semeru Menggila! Awan Panas Lontarkan 6 Km, Status Siaga!

Ahmad Dewatara

Semeru Menggila! Awan Panas Lontarkan 6 Km, Status Siaga!

Chapnews – Nasional – Gunung Semeru, salah satu gunung berapi paling aktif di Jawa Timur, kembali menunjukkan keganasannya pada Sabtu (14/2) pagi. Puncak Mahameru memuntahkan awan panas guguran (APG) yang meluncur sejauh enam kilometer, memicu kewaspadaan tinggi di wilayah perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 05.54 WIB. Awan panas guguran tersebut teramati meluncur ke sektor tenggara, tepatnya mengarah ke Besuk Kobokan. Sementara itu, sebaran abu vulkanik terlihat bergerak ke arah timur laut hingga utara.

Semeru Menggila! Awan Panas Lontarkan 6 Km, Status Siaga!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut Sigit, tinggi kolom letusan saat itu mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak, atau setara 5.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu yang tebal berwarna kelabu teramati bergerak ke arah utara dan timur laut, menciptakan pemandangan yang mengkhawatirkan. Aktivitas seismik tercatat dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 238 detik, mengindikasikan kekuatan letusan yang signifikan.

Tak berselang lama, Semeru kembali bergejolak. Erupsi kedua menyusul pada pukul 07.25 WIB, dengan tinggi kolom letusan sedikit lebih rendah, yakni sekitar 1.500 meter di atas puncak (5.176 mdpl). Kolom abu kelabu tebal kembali terlihat menuju utara dan timur laut. Catatan seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 20 mm dengan durasi 275 detik.

Mengingat peningkatan aktivitas ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga. Sejumlah rekomendasi penting dikeluarkan untuk keselamatan masyarakat sekitar.

Masyarakat diimbau keras untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan, dalam jarak 13 kilometer dari puncak kawah. Selain itu, larangan beraktivitas juga berlaku dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Ini karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.

Radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru juga merupakan zona terlarang, mengingat bahaya lontaran batu pijar yang sangat rawan. PVMBG juga mengingatkan warga agar selalu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dingin. Ancaman ini terutama berlaku di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan. Laporan ini dihimpun dari berbagai sumber, termasuk data resmi dari Pos Pengamatan Gunung Semeru.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer