Chapnews – Nasional – Di tengah hiruk pikuk Ramadan, sebuah pemandangan mengharukan kembali tersaji di Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. Kawasan yang dikenal sebagai pusat pecinan ini, sekali lagi membuktikan diri sebagai miniatur keberagaman Indonesia melalui tradisi berbagi takjil lintas iman yang telah mengakar kuat.
Setiap sore menjelang waktu berbuka puasa, puluhan warga, tak hanya dari komunitas Muslim, bergotong royong menyiapkan dan membagikan hidangan pembuka puasa. Mereka adalah representasi nyata dari berbagai latar belakang keyakinan yang hidup berdampingan, bahu-membahu menyemarakkan bulan suci. Aksi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah manifestasi nyata dari semangat toleransi dan persaudaraan yang kental di kawasan tersebut.

Berbagai jenis takjil, mulai dari kurma, kue-kue tradisional, hingga minuman segar, dibagikan kepada para pengendara dan pejalan kaki yang melintas. Senyum ramah terpancar dari para pemberi, disambut hangat oleh senyum syukur para penerima. Momen singkat ini menjadi jembatan yang merekatkan tali silaturahmi, menepis sekat-sekat perbedaan, dan menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan penghalang.
Tradisi berbagi takjil di Petak Sembilan ini bukanlah hal baru. Ia telah berlangsung selama bertahun-tahun, menjadi penanda sekaligus pengingat akan kekayaan budaya dan spiritual yang dimiliki Indonesia. Melalui aksi sederhana ini, Petak Sembilan mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya saling menghargai dan hidup rukun, sebuah pelajaran berharga yang relevan di tengah dinamika sosial saat ini.
Kisah dari Petak Sembilan ini, seperti yang diabadikan dalam berbagai liputan, termasuk oleh chapnews.id, adalah bukti nyata bahwa harmoni dapat tumbuh subur di mana pun, asalkan ada kemauan untuk saling memahami dan merangkul perbedaan. Sebuah "wajah toleransi" yang patut dicontoh dan terus dilestarikan.



