Ads - After Header

Lebaran 2026 Beda! Kemenag Sidang, Muhammadiyah Sudah Tetapkan!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah, atau Idulfitri 2026, pada Kamis, 19 Maret 2026. Sidang ini akan menjadi penentu resmi kapan umat Islam di Indonesia merayakan Lebaran. Namun, di sisi lain, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah jauh hari menetapkan Hari Raya Idulfitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, memunculkan potensi perbedaan dalam perayaan Lebaran tahun depan.

Sidang isbat yang krusial ini dijadwalkan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, mulai pukul 16.00 WIB. Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, mencakup aspek substansi maupun dukungan teknis. Sidang akan melibatkan berbagai unsur penting, termasuk pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya.

Lebaran 2026 Beda! Kemenag Sidang, Muhammadiyah Sudah Tetapkan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik," tegas Abu Rokhmad, menekankan transparansi proses penetapan.

Senada, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa kesiapan teknis terus dimatangkan, termasuk koordinasi pemantauan rukyatulhilal di berbagai titik di seluruh Indonesia. "Dari sisi teknis, kami telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sidang, sistem pelaporan rukyat, serta koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia. Harapannya, proses sidang dapat berjalan tertib, akurat, dan informatif bagi masyarakat," jelas Arsad. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah setelah seluruh rangkaian sidang isbat selesai demi menjaga kesatuan.

Berbeda dengan pendekatan pemerintah yang memadukan hisab dan rukyat, PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Metode ini memastikan awal bulan baru tidak bergantung pada keterlihatan hilal secara fisik. Penetapan ini tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025.

"Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M," demikian kutipan dari situs resmi Muhammadiyah, seperti dilansir chapnews.id.

Selain Idulfitri, PP Muhammadiyah juga telah menetapkan jadwal Iduladha 1447 Hijriah. Untuk bulan Zulhijah, 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei. Dengan demikian, Hari Arafah (9 Zulhijah) akan bertepatan pada Selasa, 26 Mei, dan Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah) akan dirayakan pada Rabu, 27 Mei. Perbedaan metode ini kerap kali menjadi sorotan menjelang hari-hari besar Islam di Indonesia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer