Ads - After Header

Rektor UINSA Mundur Usai Demo Mahasiswa

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Gelombang protes mahasiswa yang berujung pada penyegelan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya akhirnya membuahkan hasil yang mengejutkan. Kabar mengenai mundurnya Prof. Akh Muzakki dari kursi rektor kini tengah menjadi sorotan tajam setelah muncul informasi bahwa surat pengunduran dirinya telah resmi diterima oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Kepastian mengenai mundurnya pimpinan tertinggi kampus tersebut dikonfirmasi langsung oleh salah satu anggota Senat Universitas UINSA, Prof. KH Imam Ghazali Said. Ia menjelaskan bahwa surat pengunduran diri tersebut telah dikirimkan pada malam hari sebelumnya dan sudah sampai di tangan pihak kementerian pada pagi hari.

Rektor UINSA Mundur Usai Demo Mahasiswa
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Benar, surat pengunduran diri tersebut sudah dikirimkan kemarin sekitar pukul 22.00 WIB dan pagi tadi sudah diterima oleh Kemenag," ungkap Imam Ghazali saat memberikan keterangan pada Rabu (23/9).

Mengingat jabatan rektor untuk periode 2026-2030 tersebut sudah terlanjur diterbitkan Surat Keputusan (SK)-nya, maka untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, pihak universitas akan menunjuk seorang Pelaksana Tugas (Plt). Langkah ini diambil agar roda organisasi kampus tetap berjalan sembari menunggu proses penunjukan rektor definitif yang baru.

Namun, meski kabar pengunduran diri ini telah beredar luas, mahasiswa tidak lantas melonggarkan aksi mereka. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA menyatakan tidak akan mencabut penyegelan kampus sebelum ada bukti nyata yang bersifat administratif. Mereka menolak untuk percaya hanya berdasarkan desas-desus atau pemberitaan media semata.

Wakil Presiden DEMA UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana, menegaskan bahwa pihaknya menuntut adanya bukti hitam di atas putih. Menurutnya, pengunduran diri tersebut harus dibuktikan dengan dokumen resmi yang sah secara hukum, bukan sekadar pernyataan lisan dari pihak ketiga.

"Kami membutuhkan bukti normatif. Jika memang benar beliau mundur, kami ingin melihat surat resminya, bukan sekadar mendengar berita atau omongan orang," tegas Fadlurrakhman saat ditemui di Kampus 1 UINSA Surabaya.

Bahkan, pihak mahasiswa menantang Prof. Akh Muzakki untuk hadir langsung di kampus guna menemui perwakilan Senat Mahasiswa dan DEMA jika memang tidak bisa menunjukkan salinan surat tersebut. Mahasiswa juga meminta agar pengunduran diri tersebut diumumkan secara terbuka kepada publik guna memperkuat asumsi yang berkembang.

Selama bukti administratif tersebut belum diserahkan, aksi penyegelan kampus akan terus dipertahankan. Kondisi ini berdampak pada lumpuhnya seluruh aktivitas perkuliahan tatap muka yang kini terpaksa dialihkan ke sistem daring. Meski demikian, DEMA memastikan bahwa layanan administrasi bagi mahasiswa dan alumni tetap berjalan normal tanpa hambatan.

Di sisi lain, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengaku sangat terkejut dengan polemik yang terjadi di UINSA. Ia menyatakan bahwa selama ini proses pemilihan rektor di lingkungan Kemenag selalu berjalan mulus tanpa gejolak berarti. Nasaruddin berjanji akan melakukan investigasi mendalam untuk memeriksa apakah ada penyimpangan dalam prosedur pemilihan rektor di Surabaya tersebut.

Melansir laporan dari chapnews.id, kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat guna memastikan integritas proses kepemimpinan di perguruan tinggi keagamaan negeri.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer