Chapnews.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 8 yang terjadi di perairan Laut Jawa. Hingga saat ini, proses pencarian korban yang hilang masih terus diupayakan secara intensif oleh tim SAR gabungan di tengah kondisi alam yang tidak menentu.
Berdasarkan pembaruan data terbaru yang dirilis oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), jumlah korban jiwa dalam tragedi memilukan ini telah mencapai 28 orang. Angka ini terus diperbarui seiring dengan upaya evakuasi yang dilakukan di lokasi kejadian. Selain korban meninggal dunia, tercatat sebanyak 108 penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, yang menjadi perhatian utama saat ini adalah masih adanya 107 orang yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan keberadaannya.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (23/9) malam, memaparkan rincian data manifes kapal tersebut. Menurutnya, total penumpang yang berada di atas kapal KM Virgo Transport 8 saat kejadian adalah sebanyak 243 orang.
"Dari total manifes tersebut, korban yang sudah berhasil ditemukan berjumlah 136 orang. Rinciannya, 108 orang selamat, 28 orang meninggal dunia, dan saat ini masih ada 107 orang yang dalam proses pencarian," jelas Syafii kepada awak media.
Tragedi ini bermula ketika KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal tersebut diketahui tengah menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Diduga kuat, cuaca buruk yang ekstrem di tengah Laut Jawa menjadi penyebab utama kapal kehilangan kontak sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan tersebut.
Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, tim SAR gabungan menghadapi tantangan yang cukup berat. Syafii mengakui bahwa faktor alam menjadi penghambat utama dalam mempercepat proses pencarian dan evakuasi. Kondisi cuaca yang tidak stabil serta arus laut yang sangat kuat dan sulit diprediksi menjadi kendala utama di lapangan.
"Kendala utama kami adalah cuaca dan arus laut yang bisa berubah sewaktu-waktu. Hal ini menyebabkan adanya jeda waktu dalam operasi pencarian. Namun, kami memanfaatkan jeda waktu tersebut untuk mengerahkan tim penyelam gabungan guna melaksanakan proses evakuasi secara maksimal," tambahnya.
Meski menghadapi tantangan alam, pihak Basarnas memastikan bahwa dari sisi teknis, kesiapan personel, maupun kelengkapan peralatan, semuanya berada dalam kondisi prima dan tidak ada kendala berarti. Seluruh tim terus bekerja keras di tengah deburan ombak demi membawa pulang para korban yang masih hilang. Masyarakat pun diharapkan terus mendoakan agar proses pencarian ini segera membuahkan hasil dan para korban dapat ditemukan secepatnya. Melansir informasi dari chapnews.id, situasi di lokasi pencarian masih terus dipantau secara ketat.

