Chapnews – Nasional – Lima desa di Kabupaten Aceh Tengah kembali menghadapi isolasi total setelah jembatan darurat yang menjadi satu-satunya akses penghubung putus diterjang banjir susulan. Peristiwa nahas ini terjadi sejak Senin (6/4), menyebabkan ribuan warga terputus dari dunia luar dan menghambat segala bentuk mobilitas.
Desa-desa yang kini terperangkap meliputi Terang Engon di Kecamatan Silih Nara, serta Burlah, Buge Ara, Kekuyang, dan Bintang Pepara di Kecamatan Ketol. Seluruhnya kini tidak dapat diakses baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, menghambat distribusi logistik dan akses layanan penting bagi masyarakat setempat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, menjelaskan bahwa jembatan darurat tersebut sebelumnya dibangun pascabencana besar pada akhir November tahun lalu. Namun, derasnya arus banjir susulan yang melanda wilayah itu sejak awal pekan ini tak mampu dibendung, membuat konstruksi sementara itu ambruk kembali.
"Akses jembatan putus lagi, sehingga menyebabkan terisolirnya Desa Terang Engon Kecamatan Silih Nara, serta beberapa desa di Kecamatan Ketol yaitu Desa Burlah, Buge Ara, Kekuyang dan Bintang Pepara," terang Andalika kepada wartawan, Selasa (7/4), dengan nada prihatin.
Selain di Terang Engon, kerusakan serupa juga dilaporkan terjadi pada jembatan simpil di Kecamatan Linge dan jembatan Berawang Gajah, memperparah kondisi aksesibilitas di beberapa titik vital. Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Posko Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) wilayah Aceh, Safrizal ZA, yang juga menjabat sebagai Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, menegaskan komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di lima desa tersebut.
"Untuk wilayah yang terisolir, kami berupaya semaksimal mungkin. Meskipun jalur untuk kendaraan berat tentu belum bisa diakses, kami akan memastikan semua kebutuhan di lima desa di Aceh Tengah terpenuhi," ujar Safrizal. Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menyiagakan alat berat di lokasi rawan banjir dan longsor. "Tim PU siaga di tempat. Jika akses terputus, seperti tadi malam diperbaiki, dan terputus lagi, kita akan perbaiki lagi," pungkasnya, menunjukkan kesiapan respons cepat dalam menghadapi tantangan yang berulang.


