Chapnews – Nasional – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat narkoba kelas kakap yang dipimpin oleh Erwin Iskandar alias Koko Erwin dan Andre Fernando alias The Doctor. Dalam operasi terbaru, dua perempuan berinisial DEH dan L berhasil diamankan karena diduga kuat terlibat sebagai pemilik rekening penampungan untuk transaksi keuangan ilegal sindikat tersebut. Penangkapan keduanya dilakukan secara terpisah pada tanggal 14 dan 16 April 2026.
Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso, Direktur Tipidnarkoba Bareskrim Polri, menjelaskan kronologi penangkapan DEH yang berlangsung di Desa Ciampanan, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, pada 14 April 2026. Rekening bank atas nama DEH teridentifikasi kuat digunakan oleh jaringan Koko Erwin, dengan kendali operasional di tangan Charles Bernado.

"Dari hasil interogasi, DEH mengaku bahwa sekitar Agustus 2025, ia diimingi oleh seorang pria bernama Tisna untuk membuat rekening baru. Sebagai imbalannya, DEH dijanjikan sejumlah uang sebesar Rp 2 juta," ungkap Brigjen Eko, seperti dikutip dari chapnews.id. DEH mengakui terpaksa menyetujui tawaran tersebut karena terdesak kebutuhan finansial.
Sementara itu, penangkapan L dilakukan dua hari kemudian, tepatnya pada 16 April 2026, di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Keterlibatan L berawal dari anaknya yang diiming-imingi uang Rp 1 juta oleh tetangganya, Inayah, untuk membuka rekening baru. Inayah beralasan rekening tersebut akan dipakai untuk usaha jual beli baju secara daring.
Menurut keterangan, Inayah bersama suaminya, Ivan Suryadinata, kemudian menjemput L dan anaknya untuk membuka dua rekening di sebuah bank swasta. Mengingat L sempat memiliki rekening namun sudah tidak aktif, ia hanya perlu mengaktifkan kembali rekening lamanya. Rekening atas nama L ini kemudian diduga kuat berada di bawah kendali sindikat "The Doctor."
Brigjen Eko Hadi Santoso menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pengembangan mendalam terkait kasus ini untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain yang mungkin berperan. Selain itu, sejumlah saksi akan diperiksa secara intensif guna melengkapi berkas perkara. Pengungkapan ini menjadi bukti nyata modus operandi yang kerap digunakan sindikat narkoba untuk menyamarkan jejak transaksi ilegal mereka.



