Jumat, 24 April 2026 | 07:02 WIB – Oleh: Tim Redaksi Chapnews.id
Chapnews – Ekonomi – Sebuah analisis mendalam dari JP Morgan mengungkap posisi mengejutkan Indonesia sebagai salah satu negara paling tangguh dalam menghadapi potensi krisis energi global. Dari pemetaan terhadap 52 negara konsumen energi final terbesar di dunia, yang secara kolektif menyumbang 82 persen konsumsi energi global, Indonesia berhasil menempati peringkat kedua.

Ketahanan ini diukur melalui sebuah metrik inovatif yang disebut "total insulation factor". Indikator ini merupakan kombinasi dari beragam sumber energi domestik, mencakup gas, batu bara, energi terbarukan, hingga nuklir. Semakin tinggi faktor insulasi ini, semakin terlindungi suatu negara dari gejolak harga dan pasokan di pasar energi global. Dalam konteks ini, Indonesia dinilai memiliki fondasi energi domestik yang kokoh.
Hasil riset yang diterbitkan oleh JPMorgan Asset & Wealth Management dalam laporan berjudul "Pandora’s Box: The Global Energy Shock of 2026" memperkuat temuan ini. Laporan tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedua dengan tingkat ketahanan energi mencapai 77 persen, hanya terpaut tipis dari Afrika Selatan yang menduduki peringkat pertama dengan 79 persen.
Posisi tangguh Indonesia ditopang oleh kapasitas produksi batu bara yang melimpah. Statusnya sebagai eksportir batu bara termal terbesar di dunia memberikan keuntungan signifikan, menjamin stabilitas pasokan energi domestik yang minim terdampak oleh fluktuasi harga energi global. Selain itu, Indonesia juga merupakan produsen gas alam penting, tercatat sebagai yang ke-13 terbesar secara global dengan volume produksi sekitar 2.465 miliar meter kubik. Sinergi dari sumber daya domestik ini menjadi pilar utama ketahanan energi Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

