Chapnews – Nasional – Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana di Sumatera bergerak cepat memulihkan ribuan hektare lahan sawah yang rusak akibat dampak hidrometeorologi. Upaya masif ini terfokus di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), dengan tujuan utama menjamin ketahanan pangan dan mempercepat pemulihan ekonomi petani di wilayah terdampak.
Langkah strategis yang diambil Satgas PRR meliputi revitalisasi lahan yang rusak, diiringi dengan kebijakan perlindungan ketat agar lahan produktif tidak beralih fungsi. Ini adalah kunci untuk memastikan pasokan beras tetap stabil di daerah terdampak dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan para petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan pascabencana ini. "Kami telah melakukan pendataan dan inventarisasi menyeluruh terhadap lahan pertanian yang terdampak. Prioritas kami adalah memastikan luas lahan produktif tetap terjaga, bahkan setelah kerusakan akibat bencana," ujar Amran saat melakukan kunjungan di gudang Bulog Karawang, Kamis (23/4).
Amran menambahkan bahwa fokus pemerintah tidak hanya pada rehabilitasi fisik lahan, tetapi juga pada penguatan kebijakan perlindungan lahan dari alih fungsi. "Proteksi lahan pertanian di daerah itu menjadi fokus pemerintah. Kita sudah rapat, kita sudah tegaskan tidak boleh alih fungsi lahan, titik. Dan ini sudah ada undang-undangnya, jadi tidak boleh lagi ada pelanggaran," tegasnya, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang ada demi menjaga ketersediaan lahan pangan.
Secara paralel dengan upaya rehabilitasi dan perlindungan lahan, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa bibit dan benih unggul kepada para petani. Ini dilakukan agar mereka dapat segera kembali menanam dan produktivitas pertanian dapat pulih secepatnya. "Semua yang terkena dampak, pemerintah memberikan bantuan, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Semua sawah yang rusak itu ditanggung oleh pemerintah," jelas Amran, menjamin dukungan penuh bagi para petani agar tidak terpuruk pascabencana.
Berdasarkan data terbaru dari Satgas PRR per 24 April, dari total 42.702 hektare sawah yang menjadi target rehabilitasi di tiga provinsi tersebut, sebanyak 2.045 hektare lahan telah berhasil direhabilitasi. Sementara itu, 12.126 hektare lainnya masih dalam tahap penanganan intensif, menunjukkan progres yang terus berjalan.
Rincian progres rehabilitasi menunjukkan bahwa di Aceh, dari 31.464 hektare target, 116 hektare telah rampung dipulihkan. Di Sumatera Utara, 224 hektare dari 7.336 hektare target telah selesai direhabilitasi. Adapun di Sumatera Barat, kemajuan signifikan terlihat dengan 1.705 hektare dari 3.902 hektare target yang sudah berhasil dipulihkan. Upaya ini terus digenjot untuk memastikan seluruh lahan pertanian terdampak dapat kembali produktif demi menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

