Chapnews – Nasional – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta berhasil mengungkap fakta mengejutkan di balik penggerebekan Daycare Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Anak-anak yang dititipkan di fasilitas penitipan anak tersebut ditemukan dalam kondisi memilukan, diperlakukan secara tidak manusiawi oleh pihak pengelola.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengungkapkan detail kondisi mengerikan tersebut. "Ada yang tangannya diikat, kakinya diikat, dan sebagainya. Secara umum seperti itu yang bisa saya jelaskan," ujar Adrian, sebagaimana dikutip dari chapnews.id pada Sabtu (25/4).

Mayoritas korban kekejian ini adalah balita berusia di bawah dua tahun, kelompok usia yang paling rentan. Adrian menambahkan bahwa beberapa orang tua yang baru menyadari adanya luka pada anak mereka, segera membawa buah hatinya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Menyikapi trauma yang mungkin dialami para korban, pemerintah melalui Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) telah membuka layanan pendampingan psikologi. "UPT PPA juga membuka konseling apabila anak yang mungkin secara fisik tidak terluka, namun secara kejiwaan terganggu, mereka siap melakukan pendampingan psikolog," jelas Adrian.
Dalam operasi penggerebekan ini, polisi telah mengamankan setidaknya 30 orang. Mereka termasuk pimpinan yayasan, para pengasuh, hingga petugas keamanan yang bekerja di Daycare Little Aresha. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka.
Adrian menjelaskan bahwa aparat penegak hukum masih terus melengkapi berkas perkara dan akan segera melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya. Kasus dugaan penganiayaan ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh Polresta Yogyakarta. Pemasangan garis polisi di lokasi kejadian menjadi bukti keseriusan pihak berwajib dalam menangani kasus yang menyita perhatian publik ini.



