Chapnews – Nasional – Jakarta – Dalam detik-detik mencekam kecelakaan maut yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam, Umroh Suleha (50) mengambil keputusan nekat yang menyelamatkan nyawanya. Ia melompat dari jendela gerbong keenam, sebuah aksi spontan untuk menghindari dampak benturan dahsyat yang mengguncang kereta.
"Saya kan pertama langsung saya loncat itu, saya lihat itu banyak yang pingsan kan. Aduh saya udah enggak kuat," ungkap Umroh saat ditemui chapnews.id di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4). Ia menggambarkan benturan antar kereta yang terjadi begitu dahsyat, hingga membuat sejumlah penumpang di dekatnya terlempar dari pintu gerbong.

"Di gerbong saya itu ada yang dari pintu itu mental, kencang banget. Saya langsung istighfar. Itu luka karena mental kan. Ada yang berdarah langsung," kenangnya, menggambarkan kengerian saat melihat penumpang lain terlempar dan terluka parah.
Dengan kondisi fisik yang melemah dan sekujur tubuh gemetar, Umroh memutuskan untuk segera meninggalkan lokasi kejadian. Ia memesan ojek online untuk kembali ke kediamannya di Cibitung, memilih untuk berobat mandiri di Puskesmas terdekat. "Karena setelah itu kan saya langsung pulang kan. Itu karena badan saya gemetar, saya langsung pesan ojek online, saya pulang ke Cibitung," tuturnya.
Rasa sakit tak tertahankan mulai menyerang keesokan harinya. "Badan saya kok sakit bangun tidur tuh saya sakit banget. Enggak bisa digerakin, sakit," keluhnya. Atas saran dari petugas Puskesmas, ia kemudian menjalani pemeriksaan rontgen untuk memastikan tidak ada cedera serius pada sendi-sendinya, meskipun ia tidak memerlukan rawat inap.
Kendati secara fisik tidak memerlukan perawatan intensif, insiden tersebut meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Trauma itu kembali menghantui Umroh saat ia terpaksa kembali menginjakkan kaki di Stasiun Bekasi Timur. "Ya trauma sih ya, namanya trauma ya pasti ada lah sedikit lah. Tadi aja pas saya injak Stasiun Bekasi Timur itu tuh hati saya tuh langsung sedih. Ya Allah, kemarin gua posisi ada di sini nih, masih nangis," ujarnya lirih.
Untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan saat harus kembali menggunakan moda transportasi kereta, Umroh kini memperbanyak zikir sepanjang perjalanan. "Ya paling-paling ya saya banyak-banyak zikir aja di dalam. Biar tadi aja saya naik kereta itu aja, Ya Allah, gua udah naik kereta lagi ini," imbuhnya, berusaha menenangkan diri. Kecelakaan tragis yang terjadi pada Senin malam itu diketahui merenggut nyawa 16 orang, meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak.

