Chapnews – Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini berhasil mencairkan suasana dalam agenda penting penyerahan dana pemulihan aset dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan di Jakarta. Ia melontarkan candaan yang memancing tawa hadirin, khususnya terkait ketertarikannya pada motor gede (moge) Harley Davidson hasil rampasan negara.
Kelakar tersebut disampaikan Purbaya di sela pemaparan mengenai penguatan tata kelola keuangan negara. Berinteraksi dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Purbaya secara terang-terangan menyatakan keinginannya untuk menebus unit Harley Davidson jika ada yang dilelang. "Barangnya apa, Pak? Nggak ada Harley Davidson ya, Pak? Kalau ada, saya mau tebus, Pak. Saya nggak punya motor, tapi nggak boleh beli sama istri, Pak. Cuma cita-cita saja itu, Pak," ujarnya, Senin, disambut gelak tawa. Purbaya lantas menegaskan bahwa keinginannya itu hanyalah sebatas gurauan karena tidak mendapatkan restu dari sang istri tercinta.

Namun, di balik kelakar tersebut, ketertarikan Purbaya terhadap mekanisme lelang eksekusi yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Kejaksaan Agung ternyata bukan isapan jempol belaka. Purbaya mengaku memiliki pengalaman pribadi dalam membeli aset tanah melalui jalur lelang resmi pemerintah.
Oleh karena itu, ia pun meminta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) untuk proaktif menginformasikan pelaksanaan lelang serupa sepanjang tahun ke depan. Hal ini menunjukkan bahwa ada sisi serius dan pengalaman nyata di balik candaannya tentang moge Harley Davidson yang "dilarang" istri tersebut.

